Banyak yang mengira keuntungan raksasa Korea Selatan ini datang dari penjualan HP. Faktanya, sumber kekayaan terbesar Samsung kini bukan lagi telepon genggam, melainkan cip memori yang menjadi nyawa seluruh sistem kecerdasan buatan atau AI dunia. Hasilnya, laba operasional kuartal ketiga melonjak ke rekor tertinggi sepanjang sejarah, dikutip Kamis (8/10/2026).
Angkanya sangat mencengangkan. Laba operasional sementara mencapai 107,4 triliun won atau sekitar Rp 1.540 triliun dalam satu kuartal saja. Nilai ini naik 782% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan diproyeksikan menyentuh 195 triliun won, naik hampir dua kali lipat.

Pendorong utamanya bukanlah seri Galaxy atau produk elektronik konsumen lain, melainkan bisnis cip memori. Seiring ledakan pembangunan pusat data untuk menopang kecerdasan buatan, permintaan memori berkecepatan tinggi melonjak tajam. Pembeli tidak hanya membeli dalam jumlah besar, tetapi juga menandatangani kontrak pasokan jangka panjang bertahun-tahun.
“Pembeli memori kini mengikat diri dalam perjanjian pasokan jangka panjang. Ini memberi kepastian permintaan yang jauh lebih jelas dibanding masa lalu,” ujar Josh Gilbert, analis utama di eToro.
Kondisi ini membuat harga chip memori terus naik dan keuntungan mengalir deras. Samsung merupakan pemasok utama bagi hampir seluruh perusahaan teknologi besar dunia, termasuk Nvidia, Google, hingga raksasa pusat data lainnya. Makin berkembang AI, makin banyak memori yang dibutuhkan.
Meski bisnis HP tetap berjalan, sumbangsihnya terhadap laba tidak lagi sebesar divisi semikonduktor. Samsung juga memperkuat posisi ini dengan menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan kecerdasan buatan asal Prancis, Mistral AI, guna mengembangkan teknologi sendiri.
Sumber: cnbcindonesia.com














