Menu ✖

Dark Mode
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja 14 Kemantren, Petugas Kebersihan, Sanggar Luar Daerah Meriahkan WJNC 2026 Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum Kota Bogor Optimis Raih 100 Medali Emas Dalam Ajang Porprov XV Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini

Kabar Lifestyle

14 Kemantren, Petugas Kebersihan, Sanggar Luar Daerah Meriahkan WJNC 2026

badge-check


					Kemeriahan WJNC 2026 (foto: ollife) Perbesar

Kemeriahan WJNC 2026 (foto: ollife)

Jogjakarta-Gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 sukses menyita perhatian puluhan ribu pasang mata pada Rabu 7 Oktober 2026 malam. Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta yang digelar di sepanjang kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer ini berlangsung meriah, menampilkan parade kreativitas dari 14 kemantren serta partisipasi atraktif dari kontingen luar daerah seperti Magelang hingga Ponorogo.

Kemeriahan WJNC 2026 turut dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X beserta Ibu, Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Deputi Bidang Kreativitas, Budaya dan Desain Kemenekraf Yuke Sri Rahayu, serta Plt Direktur Badan Otorita Borobudur Yusuf Hartanto yang mewakili Kementerian Pariwisata. Tampak hadir pula jajaran Anggota DPD RI asal DIY, para Kepala Daerah dari DIY maupun luar daerah, pimpinan Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga jajaran pimpinan institusi pendidikan dan dunia usaha.

Dalam sambutannya, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menjelaskan bahwa WJNC 2026 mengusung tema “Gana Kalajaya” yang diadaptasi dari karya Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang bermakna keberanian menghadapi tantangan zaman (ora mingkuh) demi mencapai kejayaan bersama.

“Nilai tersebut sejalan dengan semangat HUT ke-270 Kota Yogyakarta, ‘Otentik Konkret’. Otentik berarti tetap menjaga jati diri dan budaya, sementara konkret diwujudkan dalam karya, kreativitas, dan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui rute baru dari Stasiun Tugu hingga Titik Nol, kita ingin WJNC semakin dekat dan dapat dinikmati lebih banyak orang sekaligus menggerakkan roda ekonomi UMKM serta pariwisata,” ujar Hasto.

Peserta WJNC 2026. (foto: ollife)

Sementara itu, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengapresiasi konsistensi WJNC yang kini telah menembus daftar program Kriteria Unggulan Nusantara Kementerian Pariwisata.

“Ganakalajaya mengisahkan kelahiran Betara Ganesha yang sakti dan mampu menaklukkan tantangan. Semangat itulah yang selaras dengan Yogyakarta sebagai Kota Pelajar. Leluhur mengajarkan ‘ngelmu iku kelakone kanthi laku’, ilmu menjadi hidup jika dijalankan dan diabdikan untuk memakmurkan bumi (Hamemayu Hayuning Bawana),” tutur Paku Alam X.

Menariknya, selain dimeriahkan peserta pawai juga para petugas kebersihan kawasan Malioboro nampak luwes unjuk gigi pada perhelatan WJNC 2026 ini hanya bermodalkan alat kebersihan tentu dengan mengenakan baju dinasnya.

Daya tarik WJNC 2026 terbukti melampaui batas wilayah. Banyak pengunjung dari luar daerah yang sengaja datang jauh-jauh ke Yogyakarta hanya untuk menyaksikan langsung kemeriahan parade budaya pewayangan ini.

Salah satu wisatawan asal Semarang, Bagas, yang datang bersama rekannya Kanza, mengaku rela menempuh perjalanan darat menggunakan sepeda motor sejak siang hari demi tidak ketinggalan momen berharga ini.

“Penasaran banget karena sering lihat di TikTok. Tahun lalu kan sempat enggak ada, makanya begitu ada lagi tahun ini kita excited banget datang dari Semarang naik motor panas-panasan dari jam 10 pagi. Seru banget walau desak-desekan, tapi enggak mengecewakan sama sekali. Semuanya bagus-bagus,” ungkap Bagas.

Senada dengan Bagas, Kanza turut melontarkan kekagumannya terhadap seluruh rangkaian acara.

“Keren banget, seru banget penampilannya,” ucap Kanza.

Tak hanya dari Jawa Tengah, antusiasme juga datang dari luar Pulau Jawa. Oza (24), wisatawan asal Natuna, Kepulauan Riau, bersama tiga rekannya memanfaatkan momen kegiatan pelatihan mereka di Jogja untuk menyaksikan pertunjukan kolosal tersebut.

“Kami tahu infonya dari Instagram Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta dan TikTok. Tampilannya memukau sekali karena melibatkan berbagai kemantren di Jogja dan ada juga peserta dari luar daerah seperti Mojokerto dan Magelang,” kata Oza.

Namun, mengenai lokasi baru yang difokuskan di Titik Nol Kilometer, menurutnya, meski area Tugu Jogja terasa lebih ikonik pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, Titik Nol Kilometer menawarkan area yang lebih luas bagi pengunjung.

“Menurut saya di Titik Nol tempatnya lebih luas ketimbang di Tugu. Mungkin Pemkot Jogja juga ingin menonjolkan dan memperkenalkan kawasan Titik Nol sebagai ikon Yogyakarta lainnya. Tapi harapan saya semoga Kota Jogja semakin maju, aman, dan tenteram, serta pariwisata dan ekonominya terus meningkat,” tandas Oza.

Acara yang menandai satu dekade perjalanan WJNC sejak 2016 ini ditutup secara megah dengan letusan pesta kembang api di langit Titik Nol Kilometer, Orkes Pensil Alis, serta diiringi alunan lagu Tanah Airku dinyayikan salah satu juara X Factor Indonesia yang bergema dan dinyanyikan bersama oleh ribuan penonton yang memadati lokasi. K-ollf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kisah Rui Pinto, Hacker yang Bocorkan Skandal Finansial Manchester City

7 October 2026 - 20:26 WIB

Pencarian Bergeser ke AI, Ini 6 Pakar AI Visibility-GEO yang Perlu Dikenal

7 October 2026 - 20:20 WIB

Prancis Muncul di Tengah Pertarungan Sengit Amerika dan China

7 October 2026 - 20:16 WIB

Bukan HP, Nokia Punya Sumber Duit Baru yang Laku Keras (Foto: REUTERS/Yves Herman)

7 October 2026 - 20:12 WIB

Pemilik Perusahaan Ini Wajib Lapor Presiden Sebelum ke Luar Negeri

7 October 2026 - 20:09 WIB

Trending on Kabar Lifestyle