Menu ✖

Dark Mode
Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum Kota Bogor Optimis Raih 100 Medali Emas Dalam Ajang Porprov XV Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen Kisah Rui Pinto, Hacker yang Bocorkan Skandal Finansial Manchester City

Kabar Lifestyle

Pemilik Perusahaan Ini Wajib Lapor Presiden Sebelum ke Luar Negeri

badge-check


					Pemilik Perusahaan Ini Wajib Lapor Presiden Sebelum ke Luar Negeri
(Foto: REUTERS/Maxim Shemetov)
Perbesar

Pemilik Perusahaan Ini Wajib Lapor Presiden Sebelum ke Luar Negeri (Foto: REUTERS/Maxim Shemetov)

China menerapkan pembatasan perjalanan luar negeri kepada talenta AI lokalnya. Kini aturan itu diperluas hingga keluarga mereka yang akan berlibur ke luar negeri.

Aturan itu akan mewajibkan pendiri serta eksekutif perusahaan, termasuk pasangan anak dari pejabat tersebut yang akan berlibur untuk melapor ke pemerintah. Ini juga berlaku meski mereka hanya melakukan perjalanan singkat, dikutip dari Times of India, Rabu (7/10/2026).

Laporan Bloomberg mengutip sumber mengungkapkan pemerintah setempat telah memberitahukan pihak terdampak mengenai aturan tersebut. Menurut laporan tersebut, pihak yang masuk dalam wajib lapor adalah pendiri perusahaan rintisan terkemuka dan eksekutif di perusahaan yang beroperasi di sektor AI strategis.

Dua orang sumber juga mengonfirmasi departemen pemerintah China telah memberitahu sejumlah orang bahwa anggota keluarga mereka yang akan berlibur harus mendapatkan izin terlebih dulu.

Meski begitu belum diketahui apakah aturan serupa berlaku pada keluarga seluruh profesional.

Sebelumnya pembatasan telah dilakukan pada profesional AI di sejumlah perusahaan besar, termasuk Alibaba dan DeepSeek.

Pembatasan perjalanan juga dilakukan pada mereka yang bekerja di sektor penting untuk keamanan nasional, seperti peneliti, ilmuwan nuklir, dan eksekutif di perusahaan milik negara. Hal serupa pun berlaku bagi keluarga mereka.

Upaya yang dilakukan pemerintah China dilaporkan sebagai cara melindungi teknologi, informasi dan talenta lokalnya ke luar negaranya. Termasuk dikaitkan dalam persaingan dengan rival abadinya di bidang teknologi Amerika Serikat (AS).

Times of India mengaitkan pembatasan terbaru dengan akuisisi startup AI asal China bernama Manus oleh Meta. Pemerintah sendiri akhirnya memerintahkan perusahaan AS membatalkan kesepakatan itu.

Namun Bloomberg menyatakan pembatasan belum tentu terkait masalah itu. Hanya saja sebagai cara mencegah adanya transfer teknologi dan talenta sensitif.

Sumber: cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kisah Rui Pinto, Hacker yang Bocorkan Skandal Finansial Manchester City

7 October 2026 - 20:26 WIB

Pencarian Bergeser ke AI, Ini 6 Pakar AI Visibility-GEO yang Perlu Dikenal

7 October 2026 - 20:20 WIB

Prancis Muncul di Tengah Pertarungan Sengit Amerika dan China

7 October 2026 - 20:16 WIB

Bukan HP, Nokia Punya Sumber Duit Baru yang Laku Keras (Foto: REUTERS/Yves Herman)

7 October 2026 - 20:12 WIB

Awas Ketahuan, Kerja Pakai ChatGPT Sekarang Tandanya Terlihat Jelas

7 October 2026 - 20:02 WIB

Trending on Kabar Lifestyle