Menu ✖

Dark Mode
Proyek Matahari Buatan China Sedikit Lagi Rampung, Siap Beroperasi Tahun 2030 Trump Tunjuk Direktur Intel Pimpin Lembaga AI Gedung Putih Thailand Kini Gunakan AI untuk Meningkatkan Kualitas Durian Kalender Astronomi Oktober 2026, Ada 2 Hujan Meteor dan Saturnus Dekat Bumi AI Semakin Pintar, Manusia Harus Semakin Bijaksana Dalangi Penyelundupan Chip Canggih Nvidia ke China, CEO Ditangkap

Kabar Lifestyle

Proyek Matahari Buatan China Sedikit Lagi Rampung, Siap Beroperasi Tahun 2030

badge-check


					Proyek Matahari Buatan China Sedikit Lagi Rampung, Siap 
Beroperasi Tahun 2030
(Foto: CCTV News)
Perbesar

Proyek Matahari Buatan China Sedikit Lagi Rampung, Siap Beroperasi Tahun 2030 (Foto: CCTV News)

Proyek matahari buatan China telah memasuki fase konstruksi penting. Setelah selesai, proyek ini diharapkan dapat mendemonstrasikan pembangkitan listrik melalui fusi nuklir untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Menurut laporan China Central Television, kampus untuk proyek yang memiliki nama resmi Burning Plasma Experimental Superconducting Tokamak (BEST) ini telah berhasil dikirim ke Hefei, Provinsi Anhui.

Sejumlah komponen utama BEST telah dikirim ke lokasi sejak Juli tahun ini. Proses perakitan sejauh ini berjalan lancar dan sudah mencapai lebih dari setengah jalan.

Saat ini konstruksi mesin utama BEST telah memasuki fase perakitan bertingkat empat. Seperti ‘tong termos’ raksasa yang terdiri dari beberapa lapis, perangkat ini memiliki lapisan terdalam, bejana vakum, perisai termal, dan magnet toroidal yang melilitnya.

Bejana vakum adalah ruang tungku tempat reaksi fusi nuklir terjadi, dan perisai termal bertindak sebagai lapisan isolasi super untuk menghalangi panas. Sementara itu, magnet toroidal bertugas menghasilkan medan magnet ultra kuat, yang menahan plasma suhu tinggi agar tidak menyentuh bejana.

Fase konstruksi terakhir akan melibatkan pemasangan komponen internal presisi. Menurut rencana, konstruksi BEST secara keseluruhan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2027, seperti dikutip dari Global Times, Minggu (4/10/2026).

Setelah rampung, fasilitas ini akan dipakai untuk melakukan demonstrasi pembangkit listrik fusi deuterium-tritium yang akan dilakukan sekitar tahun 2030. Eksperimen ini akan mereplikasi prinsip matahari bersinar dan menghasilkan panas di Bumi, dan memverifikasi kelayakan pembangkitan listrik komersial melalui fusi nuklir terkontrol.

Kemajuan China dalam pengembangan fusi nuklir komersial bergerak cepat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, proyek matahari buatan ini berhasil mempertahankan suhu plasma hingga 100 juta derajat Celsius selama 1.066 detik, yang tercatat sebagai rekor dunia baru.

Tidak hanya itu, fasilitas Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) juga telah berulang kali mencetak rekor dunia. Pada 28 Juni, tim peneliti mengatakan pengembangan dan pengujian parameter penuh terhadap dua magnet superkonduktor utama untuk reaktor fusi EAST telah berhasil diselesaikan.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Trump Tunjuk Direktur Intel Pimpin Lembaga AI Gedung Putih

4 October 2026 - 14:36 WIB

Thailand Kini Gunakan AI untuk Meningkatkan Kualitas Durian

4 October 2026 - 14:33 WIB

Kalender Astronomi Oktober 2026, Ada 2 Hujan Meteor dan Saturnus Dekat Bumi

4 October 2026 - 14:31 WIB

AI Semakin Pintar, Manusia Harus Semakin Bijaksana

4 October 2026 - 14:26 WIB

Dalangi Penyelundupan Chip Canggih Nvidia ke China, CEO Ditangkap

4 October 2026 - 14:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle