Gunung kidul-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul resmi menerbitkan kebijakan baru untuk menggairahkan perekonomian daerah dan memperkuat keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui Surat Edaran (SE) Bupati, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Gunungkidul mewajibkan ASN berbelanja di pasar tradisional setiap Jumat pada minggu pertama tiap bulannya.
Kebijakan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memberikan kepastian pasar bagi para pedagang tradisional yang kini harus bersaing ketat dengan maraknya platform digital, pasar modern, hingga pedagang keliling.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan pemilihan waktu Jumat pertama awal bulan sangat strategis karena bertepatan dengan momen penerimaan gaji ASN.
“Tanpa diperintah pun, pada awal bulan ASN umumnya belanja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sehingga mereka kini diarahkan untuk berbelanja di pasar tradisional terdekat dari kantor masing-masing demi melarisi dagangan warga,” ujar Endah saat memimpin kegiatan berbelanja di Pasar Arjosari, Kapanewon Wonosari, Jumat (2/10/2026).
Gerakan ini diawali dengan aksi kick-off yang diikuti seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mengingat lokasinya yang dekat dengan kompleks pemerintahan, para pejabat disebar ke Pasar Arjosari untuk memborong aneka kebutuhan pokok, mulai dari buah dan sayur segar seperti wortel, nanas, mentimun, hingga jeruk nipis. Pasokan protein seperti ikan bandeng, ikan nila, daging sapi, hingga daging kambing juga turut dipasok oleh rombongan ASN.
Selain itu, pada giat ini Pemkab Gunungkidul menginstruksikan seluruh ASN untuk membawa kantong belanja ramah lingkungan sendiri guna meminimalisasi penggunaan plastik sekali pakai di area pasar.
Oleh karena itu, Dinas Perdagangan Gunungkidul juga diminta untuk terus merumuskan strategi inovatif agar pasar tradisional tetap memiliki daya pikat dan daya saing yang tinggi di tengah era digitalisasi.
“Tujuannya tak hanya menggerakkan ekonomi, kami dari Pemkab juga menyisipkan pesan peduli lingkungan. Jadi, seluruh ASN diminta membawa tas belanja sendiri dari rumah untuk meminimalisasi penggunaan kantong plastik sekali pakai di pasar. Giat di pasar ini akan terus dimaksimalkan agar para pedagang mendapatkan kepastian pasar (market), khususnya dari lingkungan pemerintah daerah,” tegas Endah.
Pada kesempatan itu, salah satu dukungan dibuktikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul, Sri Suhartanta, yang turut berburu produk non-pangan bersama jajaran OPD guna membuktikan bahwa kualitas barang pedagang lokal tidak kalah bersaing dengan produk luar maupun platform digital.
“Ini saya juga beli celana dan sandal, Mas. Dulu saya juga sering beli di sini, barangnya juga tidak kalah awet sama yang di online,” ujar Suhartanta. K-ollf














