Menu ✖

Dark Mode
Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan Nabi Krisis 2008 Ungkap Kebohongan Terbesar Nvidia, Warning Investor Dunia dalam Bahaya, Manusia Rp 3.500 T Muncul Jadi Juru Selamat Trump Ketemu Bos-Bos Teknologi Bahas Krisis Dunia, Begini Hasilnya

Kabar Lifestyle

Trump Ketemu Bos-Bos Teknologi Bahas Krisis Dunia, Begini Hasilnya

badge-check


					Foto: CEO Google Sundar Pichai bereaksi saat Presiden AS Donald Trump berbicara di jalan masuk Gedung Putih usai jamuan makan siang di East Room, Washington, D.C., AS, pada 29 September 2026. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst) Perbesar

Foto: CEO Google Sundar Pichai bereaksi saat Presiden AS Donald Trump berbicara di jalan masuk Gedung Putih usai jamuan makan siang di East Room, Washington, D.C., AS, pada 29 September 2026. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)

Sejumlah pemimpin teknologi dunia bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa (29/9/2026). Agenda pertemuan tersebut membahas perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) di tengah meningkatnya kekhawatiran yang kencang di dalam industri.

Pertemuan itu sekaligus menjadi momen penandatanganan kesepakatan terkait AI yang oleh Trump disebut sebagai hal yang “mengikat secara moral”. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan untuk membentuk komite pengawas industri AI.

Tak hanya itu, Trump turut menekankan pentingnya pengaturan mandiri (self-regulation) yang dinilainya sangat krusial dilakukan oleh para pelaku industri.

“Ada keyakinan seharusnya ada pengaturan diri yang luar biasa, dan kita secara otomatis memiliki regulasi dari Departemen Kehakiman,FBI, dan semua itu. Namun, pengaturan diri itu sangat penting,” ujar Trump, dikutip dari CNBC International, Rabu (30/9/2026).

Menurut Ketua DPR Mike Johnson, perjanjian antara para pemimpin teknologi dan pemerintah tersebut dilakukan secara sukarela atas nama industri. Gedung Putih nantinya akan berperan dalam memandu arah pengembangan industri tersebut.

Sementara itu, CEO Anthropic Dario Amodei mengatakan bahwa aturan terkait risiko pengembangan AI masih dalam pembahasan. Amodei, yang sebelumnya sempat lantang menyuarakan kekhawatiran atas laju perkembangan AI, menegaskan pentingnya kerja sama dalam menghadapi persoalan ini.

“Kita semua perlu bekerja sama memastikan kita bisa menang, dan kita bisa menang dengan aman. Jika kita melakukannya dengan benar, jika bekerja sama dengan presiden dan semua orang di sini, maka kita bisa menang dengan aman,” jelas Amodei.

Senada dengan hal tersebut, CEO Advanced Micro Devices (AMD), Lisa Su, mengaku gembira dengan adanya pertemuan itu. Ia menilai ada banyak optimisme serta rasa tanggung jawab bersama untuk memastikan AI tetap berada di jalur yang aman.

“Pada akhirnya, ini adalah tanggung jawab kita untuk menunjukkan kekuatan teknologi ini sekaligus memastikan teknologi ini sangat aman,” ucap Lisa Su.

Sumber: cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru

2 October 2026 - 18:46 WIB

AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan

2 October 2026 - 18:41 WIB

Nabi Krisis 2008 Ungkap Kebohongan Terbesar Nvidia, Warning Investor

2 October 2026 - 18:38 WIB

Dunia dalam Bahaya, Manusia Rp 3.500 T Muncul Jadi Juru Selamat

2 October 2026 - 18:27 WIB

Wacana Whoosh Sampai Jatim, Dosen UMY Ingatkan Menkeu

2 October 2026 - 13:16 WIB

Trending on Kabar Lifestyle