Menu ✖

Dark Mode
Bukan Coding, Skill Ini yang Bakal Jadi Modal Utama Pekerja di Era AI Dari Dapur ke Pasar Digital, Teknologi Bantu Ibu Rumah Tangga Jadi Bos China Buka Taman Hiburan AI Terbesar Pertama di Dunia, Dihuni 300 Robot Raksasa AI Ekspansi Besar-besaran di Singapura, Sewa Kantor Meroket Bukan Sekadar Alamat Website, Domain Dibidik Jadi Identitas IP Timnas Pokemon Unite Indonesia Lolos Perempat Final Asian Games 2026

Kabar Lifestyle

China Buka Taman Hiburan AI Terbesar Pertama di Dunia, Dihuni 300 Robot

badge-check


					Taman hiburan AI Chimelong Spaceship Park, Hengqin, Zhuhai, Provinsi Guangdong, China Selatan. 
(Foto: Viory)
Perbesar

Taman hiburan AI Chimelong Spaceship Park, Hengqin, Zhuhai, Provinsi Guangdong, China Selatan. (Foto: Viory)

Taman hiburan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berbasis embodied AI berskala besar pertama di dunia resmi dibuka di China. Taman tersebut merupakan hasil kerja sama perusahaan embodied AI asal China, AgiBot, dengan konglomerasi pariwisata dan budaya Chimelong Group.

Embodied AI adalah teknologi kecerdasan buatan yang diintegrasikan ke dalam tubuh atau sistem fisik seperti robot, kendaraan otonom, atau mesin sehingga mampu merasakan, belajar, dan berinteraksi langsung dengan dunia nyata.

Dilansir Global Times, taman tersebut mulai dibuka pekan ini di Chimelong Spaceship Park, Hengqin, Zhuhai, Provinsi Guangdong, China Selatan. Sejumlah pencapaian yang diklaim sebagai yang pertama di industri turut diperkenalkan. Salah satunya adalah penerapan embodied AI berskala besar pertama di dunia yang memanfaatkan 5G-A dalam skenario budaya dan pariwisata.

Tempat ini dirancang sebagai taman hiburan embodied AI pertama dan terbesar di dunia, dengan beragam skenario penggunaan serta teknologi paling canggih. Di hari perdana pembukaan, lebih dari 300 robot dari seluruh lini produk AgiBot ditempatkan di Chimelong Spaceship Park.

Taman juga menampilkan pertunjukan yang menggabungkan manusia dan robot. Salah satunya adalah pertunjukan tari pembukaan yang disebut sebagai yang terbesar di dunia dengan melibatkan manusia dan robot.

Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan akrobatik udara robot naik drone yang diklaim pertama di dunia. Pertunjukan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman baru dengan menggabungkan teknologi, budaya, dan pariwisata.

Secara keseluruhan, taman ini memiliki lebih dari 100 titik interaksi robot yang tersebar dalam tujuh skenario utama. Ketujuh skenario mencakup hiburan dan pertunjukan komersial, pendidikan sains dan wisata edukasi, bantuan berbelanja, layanan dan gerai ritel, pendamping wisata pintar, layanan hotel, serta kompetisi olahraga.

Jadi Tempat Uji Coba Embodied AI

Dengan dukungan arsitektur produk dan teknologi terintegrasi, AgiBot telah menjadi perusahaan embodied AI terbesar di dunia berdasarkan jumlah pengiriman dan pendapatan. Perusahaan tersebut juga masuk dalam jajaran pemimpin industri dalam konsistensi perangkat keras robot serta kemampuan melakukan pengiriman dalam skala besar.

Pengamat senior kebijakan telekomunikasi dan teknologi, Xiang Ligang, mengatakan bahwa arti penting taman hiburan AI tidak hanya sebatas “membawa robot ke taman hiburan”. Menurut Xiang, hal yang lebih penting adalah taman ini menyediakan skenario interaksi manusia dan robot berskala besar, kompleks, serta berlangsung dengan frekuensi tinggi bagi pengembangan embodied AI.

Xiang mengatakan, pengembangan embodied AI tidak bisa hanya mengandalkan model dan perangkat keras yang dikembangkan di laboratorium. Teknologi juga membutuhkan akumulasi data secara berkelanjutan serta validasi teknologi melalui penerapan di dunia nyata.

Sejak dibuka, taman hiburan AI Chimelong Spaceship Park di Hengqin telah menerima lebih dari 10 juta pengunjung, menjadi salah satu tujuan wisata keluarga populer di China.

Menurut Chimelong, sampai saat ini belum ada taman hiburan embodied AI di dunia yang berfokus pada penerapan robot dalam skala besar, skenario yang beragam, serta penyampaian cerita secara imersif. Penggunaan robot di taman hiburan luar negeri masih terbatas pada program percontohan dalam skala lokal. Kondisi itu membuat pengoperasian robot secara komersial menjadi sulit dilakukan.

China dinilai memiliki sejumlah keunggulan sebagai pelopor dalam pengembangan aplikasi embodied AI untuk sektor budaya dan pariwisata. Keunggulan ini didukung oleh sistem industri yang lengkap, pasar budaya dan pariwisata yang luas, serta infrastruktur baru yang sudah matang.

Laporan China Embodied Intelligence Industry Development Report (2026) mengungkap bahwa pasar embodied intelligence China tumbuh dari sekitar 213,3 miliar yuan (Rp 5.000 triliun) pada 2018 menjadi sekitar 1,09 triliun yuan pada 2026.

Pasar tersebut mencatat tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth rate/CAGR) sekitar 22-23 persen. China punya posisi yang mendukung pengembangan embodied AI karena memiliki pasar konsumen luas, rantai industri robotika lengkap, serta beragam skenario di sektor manufaktur dan jasa.

“Dengan pasar konsumen yang luas, rantai industri robotika yang lengkap, serta beragam skenario di sektor manufaktur dan jasa, China berada dalam posisi yang baik untuk menciptakan siklus positif ‘penerapan-data-iterasi teknologi’, dengan potensi pengembangan yang kuat,” ujar Xiang.

Ia menambahkan, lebih banyak skenario penerapan yang serupa dengan taman hiburan tersebut diperkirakan akan bermunculan di China dalam waktu mendatang.

Sumber: kumparan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bukan Coding, Skill Ini yang Bakal Jadi Modal Utama Pekerja di Era AI

26 September 2026 - 17:52 WIB

Dari Dapur ke Pasar Digital, Teknologi Bantu Ibu Rumah Tangga Jadi Bos

26 September 2026 - 17:49 WIB

Raksasa AI Ekspansi Besar-besaran di Singapura, Sewa Kantor Meroket

26 September 2026 - 17:37 WIB

Bukan Sekadar Alamat Website, Domain Dibidik Jadi Identitas IP

26 September 2026 - 17:33 WIB

Timnas Pokemon Unite Indonesia Lolos Perempat Final Asian Games 2026

26 September 2026 - 17:26 WIB

Trending on Kabar Lifestyle