Menu

Dark Mode
Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

Kabar Lifestyle

Bos TikTok Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya Asia, Hartanya Rp 1.882 T

badge-check


					Zhang Yiming, pendiri TikTok yang jadi manusia terkaya di Asia. (Foto:  Dok. Reuters) Perbesar

Zhang Yiming, pendiri TikTok yang jadi manusia terkaya di Asia. (Foto: Dok. Reuters)

Zhang Yiming, pendiri perusahaan induk TikTok, ByteDance, menjadi orang terkaya di Asia versi Bloomberg setelah kekayaannya melonjak hingga USD 105,5 miliar (Rp 1.882 triliun).

Perkiraan kekayaan bersih miliarder asal China tersebut naik lebih dari USD 12 miliar bulan ini. Peningkatan tersebut menempatkan Zhang sekitar USD 700 juta, atau 0,7%, di atas pendiri konglomerat India Adani Group, Gautam Adani, dalam Bloomberg Billionaires Index.

Adani, yang konglomerasinya bergerak di berbagai sektor termasuk pelabuhan, bandara, dan energi, mengalami penurunan kekayaan bersih beberapa bulan terakhir seiring penyeimbangan kembali saham-saham di indeks MSCI yang membebani saham di seluruh kerajaannya, ditambah aksi jual yang memperparah kerugian tersebut.

Sejak debutnya di indeks tersebut tahun 2019 dengan kekayaan USD 13 miliar, kekayaan Zhang telah melonjak lebih dari USD 90 miliar, termasuk penambahan sebesar USD 40 miliar sepanjang tahun ini.

Dokumen hukum tahun 2024 menunjukkan bahwa ia memiliki 21% saham ByteDance, perusahaan yang ia rintis pada tahun 2012 dari sebuah apartemen sederhana dengan empat kamar tidur di Beijing.

ByteDance awalnya membangun namanya melalui agregator berita Toutiao sebelum berekspansi ke format video pendek melalui Douyin, yang kemudian diluncurkan secara internasional sebagai TikTok.

Sejak itu, perusahaan ini berkembang menjadi bisnis internet raksasa dengan operasi yang mencakup e-commerce, pendidikan, gaming, dan berita.

ByteDance membukukan laba bersih USD 42 miliar dari pendapatan global USD 200 miliar untuk tahun 2025, yang masing-masing mengalami kenaikan 27% dan 29% secara tahunan.

Dikutip dari detikINET, kenaikan terbaru Zhang menyoroti bagaimana ledakan AI menciptakan kekayaan yang mampu menantang posisi para miliarder lama yang sudah mapan.

ByteDance memiliki beberapa produk AI, termasuk chatbot AI Doubao dan alat pembuat video Seedance. Perusahaan ini terus meningkatkan investasinya di bidang tersebut untuk mengimbangi para pesaingnya.

Sekelompok bank global pada awal bulan ini sepakat untuk memberikan pinjaman sebesar USD 29,6 miliar kepada perusahaan tersebut untuk keperluan korporat umum, termasuk mendanai penelitian dan pengembangan AI-nya, menurut Wall Street Journal mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Salah satu pengembangan AI terbaru perusahaan ini adalah penyelesaian putaran penggalangan dana USD 290 juta untuk Anew Labs, unit pembuatan obat berbasis AI yang dipisahkan dari induknya.

Unit yang menggunakan AI untuk penemuan obat tersebut divaluasi USD 1,5 miliar setelah penggalangan dana eksternal pertamanya. ByteDance akan mempertahankan 56% saham di perusahaan tersebut setelah penggalangan dana.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop

21 September 2026 - 20:44 WIB

SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September

21 September 2026 - 20:38 WIB

Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan

21 September 2026 - 20:34 WIB

Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana

21 September 2026 - 20:30 WIB

Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas

21 September 2026 - 20:26 WIB

Trending on Kabar Lifestyle