Film Resident Evil terbaru arahan Zach Cregger mendapat sambutan positif. Setelah sempat membuat penggemar skeptis karena tidak menampilkan karakter ikonik seperti Leon S. Kennedy atau Claire Redfield, film ini justru menuai pujian dari kritikus dan kalangan gamer.
Film yang mulai tayang di bioskop Tanah Air sejak 16 September 2026 itu mencatat skor awal sekitar 96% di Rotten Tomatoes berdasarkan puluhan ulasan kritikus. Sejumlah reviewer bahkan menyebutnya sebagai film Resident Evil terbaik dan salah satu adaptasi video game terbaik.

Menariknya, film ini tidak mengadaptasi langsung cerita salah satu game Resident Evil. Cregger memilih kisah original yang mengikuti Bryan, kurir medis yang diperankan Austin Abrams, ketika perjalanannya menuju Raccoon City berubah menjadi mimpi buruk.
Tidak ada Leon, Claire, Chris Redfield ataupun Jill Valentine sebagai karakter utama. Sebagai gantinya, film berusaha menangkap pengalaman dan atmosfer ketika memainkan game buatan Capcom tersebut.
Pendekatan ini justru menjadi salah satu bagian yang paling banyak mendapat pujian. Alih-alih sekadar memindahkan cerita game ke layar lebar, Cregger menghadirkan sensasi survival horror yang menjadi ciri khas Resident Evil.
Ketegangan, monster mengerikan, gore, humor gelap hingga adegan bergaya first-person membuat film terasa seperti sedang memainkan gamenya.
GameSpot memberikan skor 8/10 dan memuji teror yang ditawarkan film tersebut. Polygon turut menyoroti keberhasilannya menangkap sensasi fight-or-flight yang dirasakan pemain saat menghadapi berbagai ancaman dalam Resident Evil.
Sejumlah reviewer bahkan menilai film ini terasa lebih “Resident Evil” dibanding beberapa adaptasi sebelumnya meski menggunakan cerita dan karakter baru.
Dari Skeptis Jadi Pujian
Sebelum dirilis, keputusan Cregger membuat cerita original sempat menimbulkan kekhawatiran. Apalagi karakter-karakter legendaris Resident Evil tidak menjadi pusat cerita.
Namun keputusan tersebut justru memberikan ruang bagi sutradara Barbarian dan Weapons itu untuk membangun film horor tanpa harus mengikuti plot game secara 1:1.
Durasi sekitar 90 menit juga membuat ceritanya bergerak cepat. Unsur horor, humor, monster dan ketegangan menjadi fokus tanpa terlalu bertele-tele.
Meski responsnya tidak sepenuhnya seragam dan sebagian fans masih menyayangkan absennya karakter ikonik, sambutan awal menunjukkan pendekatan baru ini berhasil menarik perhatian.
Berikut rangkuman reaksi warganet yang sudah menonton Resident Evil di medsos:
“Aku ulangi, bro, jangan pernah percaya siapa pun di internet. Terutama Twitter. Film ini benar-benar luar biasa. Siapa pun yang membencinya adalah orang yang berpura-pura dan bukan penggemar Resident Evil . Tontonlah!!! Semoga film ini memecahkan rekor box office agar Zach bisa membuat sekuelnya. Inilah yang dibutuhkan franchise Resident Evil,” kata @m4nogaming.
“Finally! Resident Evil punya film yang beneran film bagus. Bukan jadi movie superhero apocalypse, bukan sembarang cosplay, bukan juga cameo fest,” kata @pap_kill.
“Saya baru saja selesai menonton film Resident Evil-apa yang bisa saya katakan, ini film yang fantastis, jauh berbeda dari film-film komersial murahan yang hanya mengejar keuntungan! Salah satu film terbaik tahun ini, dan tanpa diragukan lagi adaptasi terbaik dari seri Resident Evil-tidak ada tandingan. Semua yang mereka kerjakan sangat bagus,” puji @Dothir.
“Baru saja selesai main Resident Evil yang baru . Game ini tidak hanya mengambil inspirasi dari trilogi aslinya, tetapi juga elemen dari Resident Evil 7 dan Village. Game ini lebih menekankan sensasi yang KITA rasakan sebagai orang biasa yang kewalahan oleh kengerian, daripada menempatkan kita sebagai pahlawan yang sudah mapan. Saya sangat menyukainya,” kata @ladolcevolk.
“Kekecewaan dalam hidup: Resident Evil: Zero Night. Saya dengan naif mengira karena Zach Cregger adalah sutradaranya, game ini akan berjalan dengan baik, tetapi… -Semua orang bertindak seperti orang bodoh, membuat keputusan terburuk yang mungkin. -Tokoh protagonisnya tidak tertahankan. Baik Leon, Chris, Wesker,” tulis @Eduardo_DSales.
“Saya sudah menonton film Resident Evil. Itu jelas pilihan yang tepat. Tidak ada adaptasi yang dipaksakan dan dibuat dengan buruk. Jika Anda mencari film yang setia pada aslinya, film ini pasti tidak akan memikat Anda. Namun, film ini benar-benar mewakili esensi Resident Evil dalam hal bertahan hidup. Semuanya penuh ketegangan dan komedi,” ujar @Raysnakeyes.
Sumber: detik.com














