Menu

Dark Mode
Dicopot Prabowo, Purbaya Posting TikTok: Udah Siap Belum? Anak Krakatau Tumbuh Lagi, Kini Berbeda dari Sebelum Tsunami 2018 Bulan Sabit dan Venus Bersanding di Langit Indonesia, Fenomena Apa? Bos Anthropic Ingin Perlambat AI Tapi ‘Takut’ Xi Jinping iPhone Duo Baru Permulaan, Apple Siapkan Duo Max, Mini dan SE Trump Tolak AI Disebut Ancam Dunia, Anggap Cuma Hoaks

Kabar Lifestyle

Bulan Sabit dan Venus Bersanding di Langit Indonesia, Fenomena Apa?

badge-check


					Bulan Sabit dan Venus Bersanding di Langit Indonesia, Bikin Takjub 
(Foto: x.com)
Perbesar

Bulan Sabit dan Venus Bersanding di Langit Indonesia, Bikin Takjub (Foto: x.com)

Pemandangan cantik menghiasi langit Indonesia pada Senin (14/9/2026) petang. Bulan sabit tipis terlihat bersanding sangat dekat dengan titik terang menyerupai bintang, membuat banyak warganet mengabadikan dan membagikan fenomena tersebut di media sosial.

Titik terang di dekat Bulan itu sebenarnya bukan bintang, melainkan planet Venus. Fenomena ketika Bulan dan Venus tampak berdekatan dari Bumi dikenal sebagai konjungsi Bulan dan Venus.

Penampakannya semakin menarik karena Bulan masih berusia sekitar tiga hari sehingga hanya sebagian kecil permukaannya yang diterangi Matahari. Sementara itu, Venus merupakan salah satu objek paling terang di langit malam setelah Bulan.

Kombinasi Bulan sabit dengan Venus yang sangat terang membuat keduanya sekilas terlihat seperti simbol bulan dan bintang di langit.

Kenapa Bulan dan Venus Bisa Berdekatan?
Konjungsi terjadi ketika dua atau lebih benda langit terlihat berada sangat dekat jika diamati dari Bumi. Padahal, jarak sebenarnya antara kedua objek tersebut sangat jauh.

Bulan mengorbit Bumi, sedangkan Venus mengelilingi Matahari. Namun karena jalur orbit keduanya jika dilihat dari Bumi berada di sekitar bidang ekliptika, pada waktu tertentu posisi Bulan dapat terlihat mendekati Venus.

Pada 14 September 2026, Bulan berada dalam fase sabit muda dengan iluminasi sekitar 10-16%. Sementara Venus sedang sangat terang dengan magnitudo sekitar -4,5 hingga -4,8.

Keduanya terlihat di arah barat setelah Matahari terbenam. Venus saat ini berperan sebagai evening star atau yang kerap disebut Bintang Kejora, sehingga dapat terlihat terang di langit senja sebelum ikut tenggelam.

Pemandangan juga dapat semakin cantik berkat fenomena earthshine. Cahaya Matahari yang dipantulkan Bumi dapat menerangi bagian gelap Bulan secara samar sehingga keseluruhan piringan Bulan seolah masih terlihat.

Ada yang Melihat Venus Menghilang
Pemandangan pada Senin malam semakin istimewa karena di sebagian wilayah Indonesia terjadi okultasi Venus. Fenomena ini membuat Bintang Kejora seolah-olah menghilang karena tertutup Bulan.

Menurut Observatorium Bosscha ITB, okultasi Venus terjadi ketika Bulan melintas tepat di antara Bumi dan Venus. Akibatnya, dari sudut pandang pengamat di Bumi, piringan Bulan menutupi Venus untuk sementara sebelum planet tersebut terlihat kembali.

Sekilas fenomena ini menyerupai gerhana. Bedanya, dalam okultasi kali ini benda langit yang tertutup adalah Venus. NASA menjelaskan lunar occultation terjadi ketika Bulan bergerak tepat di depan objek langit lain dari sudut pandang Bumi sehingga objek tersebut untuk sementara tersembunyi dari pandangan.

Menariknya, fenomena ini tidak terlihat sama dari seluruh Indonesia. Bosscha menyebut okultasi secara penuh hanya dapat diamati dari wilayah tertentu, termasuk sebagian Sumatra, Jawa bagian barat, dan sebagian kecil Kalimantan Barat. Di luar jalur tersebut, masyarakat hanya melihat konjungsi, yakni Bulan dan Venus tampak berdekatan tanpa Venus tertutup Bulan.

Perbedaan tersebut terjadi karena sudut pandang pengamat terhadap Bulan berubah berdasarkan lokasi di permukaan Bumi. Karena Bulan relatif dekat dengan Bumi dibandingkan Venus, perubahan posisi pengamat dapat membuat Bulan terlihat sedikit bergeser terhadap latar belakang langit.

Bosscha mencatat fenomena berlangsung sekitar pukul 19.30 hingga 20.43 WIB, dengan waktu tepat berbeda-beda menurut lokasi. Pemandangan berada di langit barat setelah Matahari terbenam dan dapat diamati dengan mata telanjang.

NASA mengungkap peristiwa 14 September merupakan okultasi Venus kedua dari tiga kejadian sepanjang 2026. Okultasi pertama terjadi pada 17 Juni dan terlihat dari sebagian Amerika Serikat dan Kanada. Setelah September, peristiwa berikutnya dijadwalkan 7 November dan dapat diamati dari sebagian Amerika Selatan.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dicopot Prabowo, Purbaya Posting TikTok: Udah Siap Belum?

15 September 2026 - 11:55 WIB

Anak Krakatau Tumbuh Lagi, Kini Berbeda dari Sebelum Tsunami 2018

15 September 2026 - 11:09 WIB

Bos Anthropic Ingin Perlambat AI Tapi ‘Takut’ Xi Jinping

15 September 2026 - 11:01 WIB

iPhone Duo Baru Permulaan, Apple Siapkan Duo Max, Mini dan SE

15 September 2026 - 10:53 WIB

Trump Tolak AI Disebut Ancam Dunia, Anggap Cuma Hoaks

15 September 2026 - 10:28 WIB

Trending on Kabar Lifestyle