Menu

Dark Mode
Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia? AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital? China Kirim Misi ke Bulan untuk Berburu Es, Bukan Cuma Air Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Lari 100m Milik Usain Bolt Bersaing dengan AS, China Justru Ajak RI Dukung Inisiatif AI Global TikTok Sepakat Bayar ‘Uang Damai’ Rp7 Triliun ke Pemerintah AS

Kabar Lifestyle

Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia?

badge-check


					Gerhana Bulan Sebagian (Foto: Associated Press) Perbesar

Gerhana Bulan Sebagian (Foto: Associated Press)

Hanya beberapa hari setelah gerhana Matahari total, Bumi akan kembali dihiasi fenomena langit berupa gerhana Bulan parsial. Fenomena ini akan terjadi pada 27-28 Agustus 2026.

Saat gerhana mencapai puncaknya, bayangan Bumi akan menutupi sekitar 96% permukaan Bulan. Kondisi tersebut berpotensi membuat permukaan Bulan terlihat berwarna merah tua karena cahaya Matahari yang melewati dan dibiaskan oleh atmosfer Bumi.

Gerhana Bulan parsial terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan dalam fase Bulan purnama. Pada saat itu, bayangan Bumi yang berbentuk melengkung akan menutupi sebagian permukaan Bulan, sementara sebagian kecil lainnya masih terkena cahaya Matahari.

Sayangnya, fenomena gerhana Bulan parsial pada 27-28 Agustus tidak dapat disaksikan dari seluruh wilayah Bumi. Fenomena tersebut dapat diamati oleh miliaran orang di Amerika Utara, Amerika Selatan, sebagian wilayah Eropa, dan Afrika.

Di pesisir barat Amerika Serikat, puncak gerhana akan terjadi beberapa jam setelah Matahari terbenam. Sementara itu, masyarakat di pesisir timur Amerika Serikat dapat menyaksikan puncak gerhana sekitar tengah malam waktu setempat.

Untuk wilayah Eropa dan Afrika, puncak gerhana akan berlangsung sebelum fajar, sesaat sebelum Matahari terbit ketika Bulan berada rendah di cakrawala barat.

Gerhana Bulan parsial sebenarnya dapat diamati oleh siapa saja yang berada di sisi malam Bumi ketika fenomena berlangsung. Berbeda dengan gerhana Matahari, pengamatan gerhana Bulan tidak membutuhkan kacamata khusus maupun peralatan khusus.

Namun, Bulan akan berada di bawah cakrawala bagi wilayah yang sedang mengalami siang hari ketika gerhana berlangsung. Karena itu, fenomena ini tidak dapat dilihat secara langsung dari Indonesia, Australia, China, dan Jepang.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital?

23 August 2026 - 23:51 WIB

China Kirim Misi ke Bulan untuk Berburu Es, Bukan Cuma Air

23 August 2026 - 23:43 WIB

Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Lari 100m Milik Usain Bolt

23 August 2026 - 23:35 WIB

Bersaing dengan AS, China Justru Ajak RI Dukung Inisiatif AI Global

23 August 2026 - 23:25 WIB

TikTok Sepakat Bayar ‘Uang Damai’ Rp7 Triliun ke Pemerintah AS

22 August 2026 - 21:08 WIB

Trending on Kabar Lifestyle