Menu

Dark Mode
Startup Ini Bikin Tempat Tinggal di Bawah Laut Ala Bikini Bottom Krisis Iklim Bisa Bikin Manusia Makin Kesepian Apple Uji Chip Memori China Buat Respons Krisis Pasokan Datangi Mapolresta, Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik Launching Layanan Fertilitas Embria, Pemkot Bogor Dorong Pengembangan Teknologi Kesehatan Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut

Kabar Lifestyle

Startup Ini Bikin Tempat Tinggal di Bawah Laut Ala Bikini Bottom

badge-check


					Startup Ini Bikin Tempat Tinggal di Bawah Laut Ala Bikini Bottom
(Foto: DEEP)
Perbesar

Startup Ini Bikin Tempat Tinggal di Bawah Laut Ala Bikini Bottom (Foto: DEEP)

Ingin tinggal di bawah laut seperti karakter Sandy Cheeks di serial Spongebob SquarePants? Mimpi kalian sepertinya tidak lama lagi akan bisa terwujud.

DEEP, sebuah startup yang bermarkas di Inggris, belum lama ini mengungkap proyek terbarunya berupa habitat bawah air untuk manusia yang dinamai ‘Vanguard’.

Proyek ini mulai beroperasi di kedalaman sekitar 17 meter di lepas pantai Florida, Amerika Serikat. Jangan harapkan fasilitas super mewah seperti hotel bintang lima, karena habitat yang berbentuk seperti tabung ini hanya berukuran 10 x 2 meter.

Vanguard pada dasarnya adalah mobil karavan yang dimodifikasi. Habitat ini terdiri dari beberapa modul utama: ruang tamu dengan empat tidur susun, sofa, dan dapur; ruang kombinasi kamar mandi dan laboratorium; kolam renang dan ruang selam; dan pelampung pendukung yang menyediakan oksigen, listrik, dan komunikasi dengan dunia luar.

Berbeda dengan habitat bawah air lainnya yang harus diangkat dan diturunkan setiap pergantian awak, Vanguard ditambatkan di dasar laut yang menunjukkan bahwa DEEP berencana untuk mengoperasikannya dalam jangka waktu cukup panjang.

Habitat bawah laut sebenarnya bukanlah hal baru. Jauh sebelum Vanguard, ada Aquarius Reef Base, laboratorium riset bawah laut yang didirikan pada tahun 1986 yang saat ini masih dioperasikan oleh Florida International University.

“Sudah lebih dari 40 tahun sejak kita memiliki habitat bawah laut yang dibangun dan diluncurkan untuk manusia,” kata Director of Scientific Research DEEP Dawn Kernagis kepada NPR, seperti dikutip dari Futurism, Senin (10/8/2026).

“Kami benar-benar membangun ini di atas pundak para raksasa yang telah melakukan penelitian ini,” sambungnya.

DEEP berharap habitat ini dapat menjadi pusat penelitian bawah laut, dan mereka menawarkan hibah hingga USD 50.000 (Rp 890 jutaan) bagi peneliti untuk mendukung eksperimennya. Saat ini mereka mencari peneliti yang bekerja di bidang restorasi terumbu karang dan kolaborasi manusia-mesin.

Menurut website DEEP, tim peneliti yang beranggotakan maksimal dua orang dapat mendaftarkan proposal kepada perusahaan. Tim peneliti yang terpilih akan mendapatkan kesempatan tinggal di bawah laut selama lima hari, setelah mengikuti pelatihan wajib selama dua minggu.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Krisis Iklim Bisa Bikin Manusia Makin Kesepian

10 August 2026 - 22:34 WIB

Apple Uji Chip Memori China Buat Respons Krisis Pasokan

10 August 2026 - 22:17 WIB

Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut

9 August 2026 - 13:08 WIB

Mumi Cile Buktikan Bangsa Eropa Bawa Cacar Mematikan ke Amerika

9 August 2026 - 13:04 WIB

Model AI Meta Lepas Kendali dan Retas Perusahaan Lain

9 August 2026 - 13:01 WIB

Trending on Kabar Lifestyle