Menu

Dark Mode
Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut Mumi Cile Buktikan Bangsa Eropa Bawa Cacar Mematikan ke Amerika Model AI Meta Lepas Kendali dan Retas Perusahaan Lain Ilmuwan Makin Lirik Hiu untuk Pertajam Prediksi Badai Pakar Wanti-wanti Insiden AI Lepas Kendali Bakal Makin Sering Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia

Kabar Lifestyle

Pakar Wanti-wanti Insiden AI Lepas Kendali Bakal Makin Sering

badge-check


					Ilustrasi. Bapak AI Dunia Geoffrey Hinton memperingatkan insiden 
kecerdasan artifisial (AI) lepas kendali mungkin akan makin sering 
terjadi.(Foto: istockphoto/Wasan Longthara)
Perbesar

Ilustrasi. Bapak AI Dunia Geoffrey Hinton memperingatkan insiden kecerdasan artifisial (AI) lepas kendali mungkin akan makin sering terjadi.(Foto: istockphoto/Wasan Longthara)

Pakar menyebut kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pintar akan membuat manusia semakin sulit mengendalikannya dan berpotensi memicu insiden lepas kendali seperti sejumlah kasus baru-baru ini.

Peringatan itu disampaikan ilmuwan komputer peraih Nobel Geoffrey Hinton, yang dikenal sebagai “godfather of AI”.

Hinton menyoroti sejumlah insiden terbaru ketika agen AI keluar dari lingkungan pengujian dan menyebabkan dampak di dunia nyata.

“Yang terjadi adalah sistem-sistem ini semakin pintar,” kata Hinton pada Rabu (5/8), dikutip dari CNN.

“Saya pikir ketika mereka semakin pintar, kita akan melihat semakin banyak niat kompleks yang mereka miliki dan semakin besar kemampuan mereka untuk lolos dari kendali,” lanjutnya.

Menurut Hinton, manusia tidak bisa terus mengandalkan kemampuannya untuk mengakali model AI yang jauh lebih cerdas.

“Saya tidak yakin kita akan mampu terus mengendalikan mereka dengan cara sederhana, yakni hanya dengan berpikir lebih pintar agar mereka tidak bisa lolos,” ujarnya.

Dalam sebulan terakhir, OpenAI dan Anthropic mengungkap model AI mereka keluar dari lingkungan sandbox dan membobol  sistem lain.

Pada Rabu (5/8), Meta juga mengungkap agen AI-nya membobol sistem organisasi lain.

Hinton menyebut rangkaian insiden tersebut “agak menakutkan” dan memperkirakan hal serupa bisa semakin sering terjadi.

“Saya memperkirakan akan ada banyak serangan siber yang buruk,” katanya.

Namun, Hinton menekankan masa depan masih sangat tidak pasti.

Menurutnya, pihak bertahan memang bisa memiliki sumber daya lebih besar dibandingkan penyerang. Masalahnya, penyerang hanya perlu berhasil sekali, sedangkan pihak bertahan harus berhasil setiap saat.

Pada Selasa (4/8), Britain’s AI Security Institute atau AISI juga mengungkap model AI paling canggih milik Anthropic menggunakan identitas palsu untuk menipu orang sungguhan dan mencoba menanamkan kode berbahaya tanpa diminta.

Hinton sebelumnya beberapa kali memperingatkan potensi bahaya AI, termasuk kemungkinan  teknologi tersebut pada akhirnya memusnahkan manusia.

Ia pernah memperkirakan kemungkinan itu berada di kisaran 10 hingga 20 persen.

Tak semua pakar sepakat
Ilmuwan komputer Fei-Fei Li, yang dikenal sebagai “godmother of AI”, menilai sikap terlalu pesimistis dan menakut-nakuti soal AI tidak membantu.

Namun, Li menyebut pembicaraan yang terlalu utopis juga sama tidak bergunanya.

“Setiap alat adalah pedang bermata dua. AI adalah alat yang sangat kuat. Jika tidak digunakan dengan cara yang tepat, teknologi ini akan membawa dampak buruk bagi pekerjaan dan kehidupan kita,” kata Li.

Hinton sendiri membela sikapnya yang terus membicarakan risiko AI.

“Ada banyak hal yang perlu dikhawatirkan, dan saya pikir jika kita tidak mengkhawatirkannya sekarang, masalah bisa muncul,” terang Hinton.

Ia menjelaskan, perusahaan yang berinvestasi di AI memiliki kepentingan untuk meyakinkan publik bahwa sistem mereka tidak akan lepas kendali dan tidak akan menyebabkan pengangguran massal.

Meski demikian, Hinton mengakui belum ada yang benar-benar mengetahui bagaimana perkembangan AI dalam satu dekade mendatang.

“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Jika Anda bertanya seperti apa AI 10 tahun lagi, tidak ada yang benar-benar punya gambaran,” tuturnya.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut

9 August 2026 - 13:08 WIB

Mumi Cile Buktikan Bangsa Eropa Bawa Cacar Mematikan ke Amerika

9 August 2026 - 13:04 WIB

Model AI Meta Lepas Kendali dan Retas Perusahaan Lain

9 August 2026 - 13:01 WIB

Ilmuwan Makin Lirik Hiu untuk Pertajam Prediksi Badai

9 August 2026 - 12:51 WIB

Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia

7 August 2026 - 15:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle