Menu

Dark Mode
Postingan AI Slop di LinkedIn Kini Bisa Dilaporkan IPhone dan Mac Laris Manis, tetapi Terhambat Kelangkaan Cip Google Earth Disuntik Nano Banana, Bisa Apa Saja? Merawat Aksara Nusantara agar Tak Punah di Era Digital Pulau Kecil Ini Jadi Rebutan Negara Besar, Bisa Ubah Peta Geopolitik Situs Romawi Diklaim Berusia 2.000 Tahun, Ternyata Abal-abal

Kabar Lifestyle

Merawat Aksara Nusantara agar Tak Punah di Era Digital

badge-check


					Digitalisasi aksara nusantara. (Foto: Dreamse) Perbesar

Digitalisasi aksara nusantara. (Foto: Dreamse)

Kementerian Kebudayaan bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) memperkuat kolaborasi untuk mendorong digitalisasi aksara Nusantara sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan jajaran Pandi di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (22/7/2026). Pertemuan itu membahas berbagai inisiatif untuk memperluas pemanfaatan aksara Nusantara di ruang digital, termasuk melalui domain .id yang dapat diakses masyarakat.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan digitalisasi menjadi langkah penting agar aksara Nusantara tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga tetap digunakan dan relevan bagi masyarakat modern.

“Pertemuan membahas inisiatif digitalisasi aksara Nusantara sebagai upaya untuk menjaga dan merawat identitas bangsa, melalui domain .id yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami juga membahas terkait inisiatif peluncuran domain dan lomba menulis dongeng anak menggunakan Aksara Nusantara di ruang digital,” ujar Fadli Zon dikutip dari keterangan tertulis.

Menurut Fadli, berbagai inisiatif yang memanfaatkan teknologi perlu terus dikembangkan agar aksara Nusantara tidak kehilangan ruang di tengah transformasi digital yang berlangsung semakin cepat.

“Kami mengapresiasi berbagai inisiatif yang dapat berkontribusi dalam menjaga dan merawat identitas budaya bangsa. Kami juga berharap inisiatif ini dapat mendorong Aksara Nusantara sebagai living heritage untuk semakin hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman,” tambah Fadli Zon.

Ketua Pandi Isnawan Aslam mengatakan aksara Nusantara merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang perlu terus dirawat melalui berbagai inovasi digital. Menurutnya, pelestarian aksara tidak cukup dilakukan melalui dokumentasi, tetapi juga harus diwujudkan dalam penggunaan sehari-hari di ruang digital.

“Pandi melihat aksara Nusantara sebagai bagian penting dari identitas bangsa yang perlu terus dirawat dan dihidupkan, termasuk di ruang digital. Melalui lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara, kami ingin menghadirkan cara yang lebih dekat, kreatif, dan menyenangkan bagi generasi muda untuk mengenal kembali aksara daerah,” tutur Isnawan.

Ia menilai perkembangan teknologi seharusnya menjadi peluang untuk memperkenalkan kembali aksara daerah kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih relevan.

Oleh karena itu, Pandi mendorong kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas aksara, pegiat literasi, akademisi, hingga masyarakat agar aksara Nusantara tetap menjadi bagian dari kehidupan digital masyarakat Indonesia.

Disampaikan Isnawan, Hari Aksara Internasional menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan kembali bahwa aksara bukan sekadar peninggalan budaya, tetapi juga bagian dari identitas bangsa yang perlu terus digunakan dan dikembangkan.

Sebagai langkah awal dari kolaborasi tersebut, Kementerian Kebudayaan dan Pandi akan menggelar Lomba Menulis Dongeng Anak Beraksara Nusantara. Kompetisi ini ditujukan bagi pelajar, generasi muda, komunitas budaya, pegiat literasi, akademisi, hingga masyarakat umum sebagai upaya memperkenalkan aksara Nusantara melalui media dongeng yang edukatif dan mudah diterima berbagai kalangan.

Pendaftaran lomba dibuka mulai 8 Agustus 2026. Para pemenang akan memperoleh Piala Menteri Kebudayaan, sementara informasi mengenai persyaratan, kategori peserta, jenis aksara yang dapat digunakan, serta mekanisme pengiriman karya tersedia melalui laman resmi lombaaksaranusantara.id.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah dan Pandi berharap aksara Nusantara tidak hanya dikenang sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari masa depan identitas digital Indonesia.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Postingan AI Slop di LinkedIn Kini Bisa Dilaporkan

1 August 2026 - 15:08 WIB

IPhone dan Mac Laris Manis, tetapi Terhambat Kelangkaan Cip

1 August 2026 - 15:05 WIB

Google Earth Disuntik Nano Banana, Bisa Apa Saja?

1 August 2026 - 15:02 WIB

Pulau Kecil Ini Jadi Rebutan Negara Besar, Bisa Ubah Peta Geopolitik

1 August 2026 - 14:56 WIB

Situs Romawi Diklaim Berusia 2.000 Tahun, Ternyata Abal-abal

1 August 2026 - 14:52 WIB

Trending on Kabar Lifestyle