Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Kabar Lifestyle

Factory Reset Ponsel di Bandara, Malah Dibawa ke Pengadilan

badge-check


					Factory Reset Ponsel di Bandara, Malah Dibawa ke Pengadilan. Ilustrasi bandara. (Foto: REUTERS/Carlos Barria) Perbesar

Factory Reset Ponsel di Bandara, Malah Dibawa ke Pengadilan. Ilustrasi bandara. (Foto: REUTERS/Carlos Barria)

Pemerintah Amerika Serikat saat ini tengah menuntut seorang warga bernama Sam Tunick. Ia diduga sengaja memberikan kata sandi darurat yang secara otomatis menghapus seluruh data di ponselnya ketika pihak berwenang berusaha menyita perangkat tersebut di Bandara Hartsfield-Jackson, Atlanta, pada 24 Januari 2025 lalu.

Awalnya, petugas federal menahan Tunick di bandara dengan alasan ingin menginterogasinya terkait dugaan kepemilikan gambar eksploitasi anak. Namun, tim pengacara Tunick mengajukan mosi yang berargumen bahwa tuduhan tersebut hanyalah dalih pemerintah untuk menyelidiki hubungan kliennya dengan gerakan aktivis Stop Cop City di Atlanta.

Fitur keamanan GrapheneOS
Dalam mengusut kasus ini, pemerintah AS menggunakan undang-undang yang sebenarnya jarang dipakai. Aturan tersebut menetapkan bahwa tindakan menghancurkan atau merusak properti demi mencegah penyitaan oleh pihak berwenang merupakan sebuah pelanggaran hukum.

Pihak berwenang menuduh Tunick memanfaatkan fitur dari sistem operasi yang berfokus pada privasi, yakni GrapheneOS. Bukannya memberikan kode sandi asli untuk membuka kunci layar, ia justru memberikan sandi darurat yang memicu sistem untuk langsung menghapus seluruh isi data di dalam perangkat.

Menanggapi tuduhan tersebut, pihak pembela berargumen bahwa penahanan dan penyitaan yang dilakukan aparat di bandara adalah tindakan ilegal, sehingga semua bukti terkait seharusnya digugurkan oleh pengadilan.

Kontroversi penggeledahan tanpa surat izin
Menurut tim kuasa hukum Tunick, agen federal menolak memberikan akses pengacara kepada kliennya, tidak menunjukkan surat perintah penggeledahan, dan sama sekali tidak memberi tahu Tunick mengenai hak-hak hukumnya. Mereka juga menuding bahwa akses ke ponsel tersebut diminta dengan alasan yang dimanipulasi.

Sebagai balasan, pemerintah AS berdalih bahwa aparat tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat perintah karena pada saat kejadian, Tunick belum secara resmi diberikan izin untuk memasuki wilayah Amerika Serikat.

Kasus ini memicu reaksi keras dari kalangan aktivis hak digital. Marlon Kautz, anggota dari organisasi Atlanta Solidarity Fund, menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak penuh untuk mengamankan data pribadi mereka dari penggeledahan yang inkonstitusional, terutama di tengah meningkatnya tren otoritarianisme.

Di bawah pemerintahan kabinet Trump saat ini, proses memasuki wilayah AS memang diklaim menjadi jauh lebih ketat dan menegangkan. Bahkan warga negara AS sendiri bisa menghadapi proses penahanan berjam-jam yang diiringi dengan pemeriksaan akun media sosial secara menyeluruh. Bagi banyak pihak yang peduli pada privasi, menghapus data dinilai sebagai satu-satunya cara paling aman untuk melindungi informasi dari pemeriksaan sepihak, demikian dikutip dari detikINET, Selasa (28/7/2026).

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia

7 August 2026 - 15:13 WIB

Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir

7 August 2026 - 15:08 WIB

Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI

7 August 2026 - 15:00 WIB

Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya

7 August 2026 - 14:57 WIB

Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta

7 August 2026 - 14:53 WIB

Trending on Kabar Lifestyle