Menu

Dark Mode
Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia? AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital? China Kirim Misi ke Bulan untuk Berburu Es, Bukan Cuma Air Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Lari 100m Milik Usain Bolt Bersaing dengan AS, China Justru Ajak RI Dukung Inisiatif AI Global TikTok Sepakat Bayar ‘Uang Damai’ Rp7 Triliun ke Pemerintah AS

Kabar Lifestyle

Duit Sudah Ribuan Triliun, Pendiri Google Menyesal Pensiun

badge-check


					Duit Sudah Ribuan Triliun, Pendiri Google Menyesal Pensiun (Foto: 
Evan Agostini/Invision/AP)
Perbesar

Duit Sudah Ribuan Triliun, Pendiri Google Menyesal Pensiun (Foto: Evan Agostini/Invision/AP)

Salah satu pendiri Google, Sergey Brin, mengaku sempat kehilangan arah dan kurang terasah secara intelektual pasca pensiun dari tugas-tugas tekniknya di perusahaan. Meski hartanya sudah tembus Rp 4.500 triliun, dia memilih balik bekerja lagi walaupun sudah sempat berhenti bekerja.

Brin kembali terjun ke laboraturium riset dan pengembangan teknologi AI milik Google. Padahal, dia sudah pensiun sejak sekitar satu bulan sebelum pandemi COVID-19 dengan rencana ingin belajar ilmu fisika.

Tapi ternyata, setelah rutinitasnya hilang karena pensiun, dia jadi merasa kehilangan ruang stimulasi teknis.

Suatu ketika, Alphabet mulai membuka kantor secara terbatas. Brin kembali hadir dan akhirnya terlibat untuk pengembangan model Gemini AI yang ia sebut sangat memuaskan.

Melansir CNBC Indonesia, Brin turut mengevaluasi perjalanan investasi AI Google. Ia menilai perusahaan sempat kurang agresif setelah merilis riset Transformer pada 2017, yang kini menjadi fondasi model bahasa besar di berbagai perusahaan.

Brin berpendapat bahwa sikap hati-hati internal memperlambat peluncuran chatbot karena kekhawatiran soal akurasi. Di lain sisi, pesaing seperti OpenAI bergerak lebih cepat dan memicu adopsi AI generatif secara luas.

Tak cuma itu, Brin merefleksikan langkah yang kurang tepat di masa lalu, contohnya Google Glass. “Semua orang mengira mereka adalah Steve Jobs berikutnya. Aku juga pernah melakukan kesalahan itu,” imbuhnya, dikutip Rabu (24/6/2026).

Kendati demikian, Brin menilai Google tetap unggul berkat investasi jangka panjang di riset jaringan saraf, chip khusus, serta pusat data berskala global. Menurutnya, hanya sedikit perusahaan yang mampu mengoperasikan seluruh rantai teknologi AI mulai dari riset hingga infrastruktur komputasi.

Lebih lanjut, keunggulan Google dalam pengembangan AI mengantarkan Brin dan Larry Page sebagai pendiri Google yang punya harta melimpah. Bahkan, Brin kini adalah orang terkaya ketiga di dunia dengan harta USD 253,5 milar atau setara Rp 4.512 triliun.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia?

23 August 2026 - 23:54 WIB

AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital?

23 August 2026 - 23:51 WIB

China Kirim Misi ke Bulan untuk Berburu Es, Bukan Cuma Air

23 August 2026 - 23:43 WIB

Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Lari 100m Milik Usain Bolt

23 August 2026 - 23:35 WIB

Bersaing dengan AS, China Justru Ajak RI Dukung Inisiatif AI Global

23 August 2026 - 23:25 WIB

Trending on Kabar Lifestyle