Para pemancing di seluruh Australia didorong untuk mengambil peran dalam membantu mengendalikan populasi ikan karper atau ikan mas (Cyprinus carpio), yang meresahkan di negara tersebut. Jumlahnya terus melonjak di perairan Australia.
Tracy Hill, pengelola restoran Coorong Wild Seafood di Adelaide memberi saran pada pemancing untuk mempertimbangkan agar ikan mas dikonsumsi. Hal ini dinilai dapat membantu memecahkan masalah populasi ikan itu yang telah merugikan negara bagian tersebut jutaan dolar setiap tahunnya.

“Ini protein kelas satu dan rasanya fantastis,” katanya kepada Yahoo News yang dikutip dari Detik. Memang jika ikan mas biasa dikonsumsi di Indonesia, di negara luar seperti Australia, ikan ini belum dianggap santapan umum bagi warga.
Di New South Wales, pemancing dapat menjadikan ikan mas sebagai target dengan menggunakan metode legal. Tidak ada batasan jumlah tangkapan ikan ini, bahkan sangat didorong oleh pemerintah.
Di negara bagian lain, termasuk Australia Selatan, Queensland, dan Victoria, melepaskan kembali ikan mas ke air adalah ilegal. Namun menurut Hill, ini menciptakan masalah baru. “Ketika pemancing rekreasi menangkapnya, mereka meninggalkannya menggelepar di tepi sungai,” ujarnya.
“Tidak ada yang bisa mereka lakukan dengan ikan itu, jadi ikan tersebut hanya tergeletak dan membusuk atau mereka membawanya pulang lalu menguburnya di pekarangan mereka,” sebutnya.
Pemerintah federal mempertimbangkan melepaskan virus herpes kontroversial ke perairan, yang diklaim dapat mengurangi jumlah ikan mas hingga 60 persen. Namun, Hill tegas menentangnya.
“Kita benar-benar bodoh jika berpikir bahwa kita bisa begitu saja membunuh hewan-hewan ini dengan virus yang akan membusukkan mereka dari dalam ke luar,” sebutnya, dikutip dari Detik.
Sumber: detik.com















