Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Kabar Lifestyle

Sekeluarga Tewas di Tenda, Waspada Gas Beracun di Sekitar Kita

badge-check


					Sekeluarga Tewas di Tenda, Waspada Gas Beracun di Sekitar Kita (Foto: Getty Images/iStockphoto/NorGal) Perbesar

Sekeluarga Tewas di Tenda, Waspada Gas Beracun di Sekitar Kita (Foto: Getty Images/iStockphoto/NorGal)

Tragedi kematian empat anggota keluarga saat camping diduga paparan gas beracun. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (27/5/2026), di Posong, Temanggung.

Kepolisian mengungkapkan ada dugaan sekeluarga itu korban keracunan makanan atau keracunan gas. Mengenai dugaan keracunan gas, polisi menyebut ada dua sumbernya, yaitu dari pembakaran arang briket untuk penghangat atau dari kompor portable untuk barbeque.

Di sekitar kita, ada gas yang ternyata diam-diam bisa membuat keracunan. Gas ini terkait dengan berbagai aktivitas rumahan hingga industri di sekeliling kita. Berikut ini di antaranya:

  1. Karbon Monoksida (CO)
    Karbon Monoksida tidak berwarna, berbau, dan sulit terdeteksi tanpa alat khusus. Gas ini tercipta dari pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar fosil seperti gas, minyak, dan batu bara.

    Gas ini juga hadir dari knalpot kendaraan bermotor. Itulah gas yang membuat kita merasa tidak nyaman ketika berada di belakang kendaraan ngebul asap knalpot.

 

  1. Hidrogen Sulfida (H₂S)
    Gas beracun dari Hidrogen Sulfida memiliki ciri bau telur busuk, jika konsentrasinya masih rendah. Pasalnya, apabila konsentrasinya menjadi lebih tinggi, indra penciuman bisa mati rasa.

    Sumber dari Hidrogen Sulfida antara lain pembusukan bahan organik di tempat sampah dan tumpukan dalam septic tank.

 

 

  1. Metana (CH₄)
    Metana juga merupakan salah satu gas yang dihasilkan dari tempat pembuangan sampah. Gas ini mudah terbakar dan meledak, apalagi di ruangan tertutup. Selain itu, Metana juga hadir dari kotoran hewan ternak.

 

  1. Radon (Rn)
    Kalau Radon, dia adalah gas radioaktif alami dari peluruhan uranium dalam tanah. Gas ini bisa merembes masuk ke dalam rumah melalui retakan lantai maupun fondasi rumah.

 

  1. Nitrogen Dioksida (NO₂)
    Selain Karbon Monoksida, NO₂ turut datang dari pembakaran bahan bakar fosil. Selain kendaraan bermotor, Nitrogen Dioksida biasanya dihasilkan dari asap pabrik.

Melansir AQI, gejala keracunan gas beracun adalah iritasi mata, sakit kepala, pusing, mual, hingga kelelahan. Pada paparan tinggi, gas-gas tersebut dapat menyebabkan kerusakan otak, koma, bahkan kematian.

Gas beracun berbahaya bagi manusia, satwa liar, dan vegetasi. Beberapa polutan, seperti timbal dan merkuri, bertahan di ekosistem selama beberapa dekade dan menumpuk seiring waktu.

Gas toksin di udara inilah yang menjadi kontaminan yang diketahui menyebabkan gangguan seperti kanker, masalah kesehatan utama lainnya, atau kerusakan lingkungan jika jumlahnya dan tingkat paparannya cukup tinggi.

Meskipun setiap orang berisiko terpapar gas berbahaya, berbagai faktor memengaruhi seberapa parah polutan akan merusak individu atau komunitas yang berisiko. Faktor-faktor ini meliputi intensitas, durasi, dan tingkat paparan, toksisitas polutan, dan kesehatan umum mayoritas yang terpapar.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total

4 November 2026 - 20:44 WIB

Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya

4 November 2026 - 20:41 WIB

HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone

4 November 2026 - 20:38 WIB

Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat

4 November 2026 - 20:35 WIB

Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya?

4 November 2026 - 20:29 WIB

Trending on Kabar Lifestyle