Menu ✖

Dark Mode
Sumpah Pemuda, Polresta Bogor Kota dan Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Gelar Apel Solidaritas Kemanusian Pemkot Datangi Pedagang Es Jeruk Malioboro yang Nuthuk, Sekda DIY : Yang Wajar – Wajar Aja! Ini Pesan Sri Sultan Hamengkubuwono X Saat Bertemu Pangdam XXVI Mataram Prof Uceng Ikut Aksi Sumpah Pemuda Titik Nol Yogyakarta Cerita Keluarga Wisatawan Asal Tulungagung Terjebak di Tengah Kericuhan di Malioboro  Demo Peringati Sumpah Pemuda di Jogja Pecah, Warga dan Aparat Terluka

Kabar Lifestyle

AS, Inggris, dan Australia Garap Drone Bawah Laut untuk Tangkal Rusia

badge-check


					AS, Inggris, dan Australia Garap Drone Bawah Laut untuk Tangkal Rusia (Foto: Australia Plus ABC)
Perbesar

AS, Inggris, dan Australia Garap Drone Bawah Laut untuk Tangkal Rusia (Foto: Australia Plus ABC)

Amerika Serikat, Inggris, dan Australia mengatakan akan mengembangkan teknologi drone bawah air untuk melindungi kabel bawah laut dan meningkatkan pertahanan, di bawah aliansi militer mereka yang dikenal sebagai Aukus.

Teknologi kendaraan bawah laut tak berawak (UUV) ini diperkirakan siap tahun depan. Meski total biaya proyek tak disebutkan, Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan negaranya akan berkontribusi USD 201 juta. Pengumuman disampaikan para menteri pertahanan ketiga negara di KTT keamanan di Singapura, menyusul klaim lambatnya kemajuan proyek-proyek Aukus.

Mengakui kritik tersebut, Healey mengatakan sudah terlalu lama Aukus terlalu banyak bicara namun kurang bertindak. Pakta pertahanan Aukus, dimulai tahun 2021, menegaskan ketiga negara akan mengembangkan kapal selam nuklir dan berbagi keahlian militer. Langkah ini dipandang untuk menangkal kehadiran China yang terus meningkat di Indo-Pasifik.

Dikutip dari Detik, teknologi UUV ini merupakan proyek unggulan pertama di bawah Pilar Kedua Aukus, di mana negara-negara mitra bekerja sama dalam “kemampuan canggih” di berbagai bidang seperti rudal hipersonik jarak jauh, robotika bawah laut, dan AI.

Proyek baru ini akan mencakup pengembangan UUV yang dapat melindungi infrastruktur dasar laut, melakukan serangan, serta operasi pengawasan, pengintaian, dan logistik.

Sensor dan sistem persenjataan akan dikembangkan untuk UUV tersebut. Pengumuman ini muncul sebulan setelah Healey menuduh Rusia menjalankan operasi rahasia terhadap kabel dan pipa di perairan utara Inggris. Moskow membantah tuduhan tersebut.

Di Desember, Inggris dan Norwegia menandatangani pakta untuk memburu kapal selam Rusia di Atlantik Utara guna melindungi kabel bawah laut. Inggris terhubung oleh sekitar 60 kabel bawah laut, yang menurut pejabat Inggris makin terancam oleh Moskow, dengan peningkatan 30% kapal Rusia yang terlihat di perairan Inggris selama beberapa tahun terakhir.

Di tempat lain, kapal-kapal China diduga telah merusak kabel bawah laut di perairan sekitar Taiwan dan di wilayah Swedia. Terdapat pula sejumlah laporan mengenai kerusakan kabel di Laut Baltik.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Alasan Trump Larang Pakai ‘AI’, Perintahkan Beralih ke Penggantinya

28 October 2026 - 12:47 WIB

Kabut Asap Karhutla Menipis Usai Hujan, Begini Cara Alam Membersihkan Udara

28 October 2026 - 12:42 WIB

BlackBerry Banting Setir, Bangkit dari Masa Kelam

28 October 2026 - 12:32 WIB

Anggaran Film Elden Ring Melonjak, Kini Hampir Mencapai Rp 3,6 Triliun

28 October 2026 - 12:29 WIB

Menkomdigi Respons Ancaman Internet RI Diputus Singapura: Tak Perlu Geram

28 October 2026 - 12:24 WIB

Trending on Kabar Lifestyle