Meski RAM di dunia mengalami kelangkaan global, Polytron masih berupaya untuk menghadirkan laptop dengan harga terjangkau. Polytron sendiri mengakui bahwa krisis ini memberikan dampak bagi perusahaan, tapi tak menghentikan mereka untuk menyuguhkan produk terbaik di harga terbaik pula.
“Kalau ngomong efek, pasti berefek karena krisis RAM ini global dan market trend-nya terus naik,” kata Head of Group Product Audio Video Polytron Bambang Athung dalam acara peluncuran Polytron Luxia R5 7430U, Senin (25/5/2026).

“Kita paling penting insight-nya adalah cari produk yang fit dengan konsumer kita, baik secara performance maupun secara pembeliannya harganya,” sambungnya.
Bambang pun tak memungkiri adanya kemungkinan kenaikan harga produk selanjutnya karena HPP yang meningkat. Seandainya Luxia R5 diundur hingga tahun depan, harganya kemungkinan juga akan mengalami kenaikan mengikuti penyesuaian.
“Artinya next buying-nya kita atau next HPP kita pasti meningkat juga ke depannya. Nah, apakah kita akan mengubah harga? Pastinya kita akan mengikuti market price, tapi sebisa mungkin kita berikan the best yang kita bisa kasih,” tegas Bambang.
Polytron baru saja meluncurkan laptop dengan harga terjangkau Rp 7 jutaan dengan RAM 8 GB DDR4 dan penyimpanan 256 GB SSD. RAM laptop ini dapat ditambah hingga 32 GB dan SSD bisa diekspansi hingga 2 TB.
Polytron Luxia R5 diotaki AMD Ryzen 5 7430U. Meski ada saja laptop lain yang menggunakan chipset di bawah itu, Polytron mengaku enggan untuk menurunkan kebutuhan RAM di produk terbaru mereka ini.
“Kenapa R5 series-nya 7.000, nggak bisa di 3.000? Series 3.000 masih ada kan di lapangan? Itu karena bagaimana kita memberikan ke konsumen kita, dan kita mengambil yang ini sebagai salah satu opsi terbaik yang kita bisa kasih ke konsumen,” tandasnya.
Sumber: detik.com













