Kota Bogor — Sedikitnya 1000 orang yang berasal dari Gabungan organisasi masyarakat (ormas), paguyuban, sanggar, dan yayasan Kasundaan bersama Pemerintah Kota Bogor , hadir dalam kegiatan Riung Mungpulung dalam rangka Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan ziarah budaya di Kebun Raya Bogor Kamis (16/4/2026).
Mengusung tema “Hayu Urang Guyub Sauyunan, Saiiket, Saigel Jeung Dapihanean Mapag Padjajaran Anyar”, kegiatan ini menjadi simbol kuat kebersamaan lintas elemen budaya Sunda. Berbagai organisasi, mulai dari paguyuban, LSM, hingga ormas, menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga jati diri serta menegakkan marwah Kasundaan, khususnya di wilayah Bogor Raya.

Menurut tokoh Kasundaan Gugum Gumelar, momentum ini menjadi ajang untuk melebur ego individu maupun organisasi demi persatuan sebagai urang Sunda.
Ia juga mengungkapkan rencana kolaborasi dengan pemerintah untuk menggelar festival budaya di Kebun Raya Bogor, serta mendorong penggunaan atribut Kasundaan bagi pengunjung pada hari tertentu sebagai bentuk penguatan identitas budaya.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah pembacaan deklarasi pembentukan Forum Kebudayaan Kota Bogor oleh Deny J Wikartadirja. Deklarasi tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Drs. Firdaus, yang menyambut baik inisiatif tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kebudayaan daerah.
Rangkaian acara ditutup dengan penampilan dari Bogor Wanita Berkebaya serta Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Merdeka Bogor yang menambah semarak suasana.
Setelah seremoni, peserta melanjutkan kegiatan dengan ziarah ke makam Maqom Ibu Ratu Galuh hingga menjelang waktu magrib. Ziarah ini menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur (karuhun) sekaligus pengingat akan akar sejarah budaya Sunda yang harus terus dijaga dan diwariskan. rls













