Menu ✖

Dark Mode
Ular Raksasa di Sulawesi Pecahkan Rekor, Ahli Yakin Ada yang Lebih Besar Batam Gelap Seharian, Warga Menjerit di Medsos: Air Mati, Sinyal Hilang Belum Capai Puncak, El Nino Sudah Picu Rekor Suhu di Pasifik Pakar Ungkap Penyebab Fenomena Retakan Tanah di Kalimantan Apple Gandeng Saingan Samsung Garap Sumber Duit Baru Robot Menyerah, Tak Sanggup Gantikan Manusia Kerja di Gedung Ecommerce

Kabar Lifestyle

Unik! Astronaut Artemis II Tidur di Luar Angkasa Mirip Kelelawar

badge-check


					Unik! Astronaut Artemis II Tidur di Luar Angkasa Mirip Kelelawar (Foto: NASA) Perbesar

Unik! Astronaut Artemis II Tidur di Luar Angkasa Mirip Kelelawar (Foto: NASA)

Kehidupan di luar angkasa memang jauh dari kata normal, termasuk soal tidur. Awak misi Artemis II NASA mengungkap cara mereka beristirahat selama perjalanan ke Bulan, dan caranya cukup mengejutkan.
|
Para astronaut harus tidur di berbagai posisi aneh karena ruang di dalam kapsul Orion sangat terbatas. Bahkan, salah satu astronaut tidur dalam posisi terbalik, menyerupai kelelawar.

“Christina tidur dengan kepala di bawah, seperti kelelawar,” ujar komandan misi Artemis II Reid Wiseman menggambarkan salah satu rekannya, dikutip dari New York Post.

Misi Artemis II membawa empat astronaut dalam perjalanan sekitar 10 hari mengelilingi Bulan menggunakan kapsul Orion. Namun, ruang di dalam kapsul ini tergolong sempit, sehingga tidak ada tempat tidur seperti di Bumi.

Akibatnya, para astronaut harus memanfaatkan setiap ruang kosong yang tersedia. Wiseman menyebut masing-masing kru memiliki ‘lapak’ tidur sendiri-sendiri. Ada yang tidur di sudut sempit, ada yang berbaring di kursi, bahkan ada yang tidur di bawah panel kontrol pesawat untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu. “Kami tidur di mana saja yang bisa muat,” kata Wiseman.

Kondisi ini juga diperparah oleh jadwal yang padat. Dalam 30 jam pertama setelah peluncuran, para astronaut hanya sempat tidur sebentar. Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan tanpa gravitasi, yang menyebabkan tubuh tidak bisa menempel ke tempat tidur seperti di Bumi. Karena itu, posisi tidur menjadi sangat fleksibel, bahkan bisa melayang di udara.

Meski terdengar tidak nyaman, tidur dalam kondisi seperti ini adalah bagian penting dari adaptasi manusia di luar angkasa. NASA memanfaatkan misi Artemis II untuk mempelajari bagaimana tubuh manusia bereaksi terhadap perjalanan jauh di luar orbit Bumi.

Data ini akan sangat penting untuk misi berikutnya, termasuk rencana pendaratan manusia di Bulan dan perjalanan ke Mars. Di balik keunikan cara tidur tersebut, para astronaut juga mengaku terkesima dengan pemandangan luar angkasa.

Dalam salah satu momen, mereka melihat Bumi secara utuh dari kejauhan, pengalaman yang mereka gambarkan sebagai sesuatu yang sangat emosional. Namun pada akhirnya, kehidupan di luar angkasa tetap penuh kompromi. Hal sederhana seperti tidur pun berubah total, dari kasur nyaman menjadi posisi melayang, bahkan bergelantungan seperti kelelawar.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ular Raksasa di Sulawesi Pecahkan Rekor, Ahli Yakin Ada yang Lebih Besar

13 October 2026 - 12:39 WIB

Batam Gelap Seharian, Warga Menjerit di Medsos: Air Mati, Sinyal Hilang

13 October 2026 - 12:36 WIB

Belum Capai Puncak, El Nino Sudah Picu Rekor Suhu di Pasifik

13 October 2026 - 12:31 WIB

Pakar Ungkap Penyebab Fenomena Retakan Tanah di Kalimantan

13 October 2026 - 12:28 WIB

Apple Gandeng Saingan Samsung Garap Sumber Duit Baru

13 October 2026 - 12:24 WIB

Trending on Kabar Lifestyle