Menu

Dark Mode
Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia? AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital? China Kirim Misi ke Bulan untuk Berburu Es, Bukan Cuma Air Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Lari 100m Milik Usain Bolt Bersaing dengan AS, China Justru Ajak RI Dukung Inisiatif AI Global TikTok Sepakat Bayar ‘Uang Damai’ Rp7 Triliun ke Pemerintah AS

Kabar Lifestyle

Gempa Bitung M7,6 Masuk Kategori Megathrust, Ini Penjelasan BMKG

badge-check


					Ilustrasi. BMKG mengungkap gempa berkekuatan M7,6 di Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4) pagi merupakan jenis gempa megathrust. (Foto: iStockphoto) Perbesar

Ilustrasi. BMKG mengungkap gempa berkekuatan M7,6 di Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4) pagi merupakan jenis gempa megathrust. (Foto: iStockphoto)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap gempa berkekuatan M7,6 di Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4) pagi merupakan jenis gempa megathrust. Simak penjelasannya.

Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengungkap episenter gempa berlokasi di 1.25 derajat LU – 126,27 BT, dengan kedalaman 33 km.

Menurutnya dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Subduksi Laut Maluku. Hasil analisis menunjukkan mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust).

“Kalau melihat kedalamannya cukup dangkal, 33 km, kalau kategori megathrust itu kan sampe kedalamannya sekitar puluhan kilometer, ini dangkal, di laut, dan ini termasuk megathrust ya, dari subduksi laut Maluku terhadap di wilayah Sulut,” kata Rahmat dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Kamis (2/4).

“Jadi subduksi laut Maluku yang menunjam ke wilayah Sulawesi Utara dan episenter ada di Punggungan Mayu. Dan kemudian cukup dangkal dan ini kategori sesar naik. Makanya ini tadi kami mengeluarkan warning karena sesar naik itu potensi menimbulkan tsunaminya sangat tinggi dibandingkan dengan yang mekanisme mendatar,” sambungnya.

Anggota Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) Daryono menjelaskan gempa yang mengguncang Laut Maluku mengingatkan bahwa kawasan ini bukan sekadar perairan biasa, melainkan salah satu zona tektonik paling kompleks dan aktif di dunia.

Menurutnya Zona Laut Maluku tergolong unik karena berada dalam sistem subduksi ganda-lempeng yang “terjepit” dari dua arah. Kondisi ini menciptakan tekanan luar biasa yang kerap dilepaskan dalam bentuk gempa bermekanisme sesar naik (thrust).

“Mekanisme inilah yang paling efektif dalam mengangkat dasar laut secara tiba-tiba, sehingga berpotensi memicu tsunami,” ujar Daryono dalam keterangannya.

Menurutnya meski tidak selalu diikuti tsunami besar, karakter mekanisme sumber yang dominan berupa thrust fault tetap menyimpan potensi deformasi vertikal dasar laut.

“Selain itu, kemungkinan pemicu tambahan seperti longsoran bawah laut juga tidak bisa diabaikan,” kata dia.

Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7,6 yang terjadi di wilayah laut Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4), menimbulkan tsunami kecil di dua lokasi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut tsunami terdeteksi terjadi di wilayah Halmahera Barat dengan ketinggian 0,3 meter pada pukul 06.08 WIB dan wilayah Bitung setinggi 0,2 meter pada pukul 06.15 WIB.

“Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi.

BNPB meminta masyarakat khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah.

Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari aparat setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia mengatakan pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Lebih lanjut, Abdul mengatakan hingga pukul 07.00 WIB, tercatat dua gempa susulan masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB. Kedua gempa susulan tersebut berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami, namun tetap dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia?

23 August 2026 - 23:54 WIB

AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital?

23 August 2026 - 23:51 WIB

China Kirim Misi ke Bulan untuk Berburu Es, Bukan Cuma Air

23 August 2026 - 23:43 WIB

Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Lari 100m Milik Usain Bolt

23 August 2026 - 23:35 WIB

Bersaing dengan AS, China Justru Ajak RI Dukung Inisiatif AI Global

23 August 2026 - 23:25 WIB

Trending on Kabar Lifestyle