Efek krisis memori global tidak hanya dirasakan gamer dan PC builder, tapi juga penggemar fotografi. Pasalnya, Sony menangguhkan sementara penjualan kartu memori CFexpress dan SD yang umum dipakai untuk kamera.
Penangguhan penjualan ini diumumkan langsung di website Sony Jepang. Daftar produk memori yang terdampak antara lain CFexpress Type A, Type B, dan kartu SDXC/SDHC.
Penjualan kartu CFexpress Type A dengan kapasitas 240GB, 480GB, 960GB, dan 1920GB sudah ditangguhkan, begitu juga dengan kartu Type B dengan kapasitas 240GB dan 480GB.

Kartu SD high-end dari Sony juga ditangguhkan penjualannya, termasuk kartu di lini TOUGH dengan kapasitas 64GB, 128GB, dan 256GB serta kartu SD lower-end dengan kapasitas 128GB, 256GB, dan 512GB.
Meski begitu, beberapa model Type C dan kartu SD SF-UZ series yang menyasar segmen low-end masih diproduksi dan mungkin masih dapat diperoleh di toko ritel selama pasokannya masih ada.
Sony mengatakan keputusan ini diambil sebagai akibat kurangnya pasokan memori solid-state dan faktor lainnya, yang mungkin termasuk kekurangan helium karena perang di Iran yang mulai mempengaruhi produsen chip.
“Karena kelangkaan semikonduktor (memori) global dan faktor-faktor lainnya, diperkirakan pasokan saat ini tidak dapat memenuhi permintaan untuk kartu memori CFexpress dan SD dalam waktu dekat,” tulis Sony dalam pengumumannya, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (30/3/2026).
“Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menghentikan sementara penerimaan pesanan dari dealer resmi kami dan dari pelanggan Sony Store mulai 27 Maret 2026 dan seterusnya.” sambungnya.
Sony menambahkan pihaknya masih akan memantau situasi sambil mempertimbangkan kapan pesanan untuk kartu memori akan kembali dibuka. Raksasa teknologi asal Jepang ini akan mengumumkan informasi terbarunya secara terpisah.
Penangguhan penjualan ini diumumkan tidak lama setelah Sony mengatakan akan menaikkan harga PS5 di seluruh dunia karena tekanan pasar. Harga baru ini akan berlaku mulai 2 April 2026.
Sumber: cnnindonesia.com













