Menu

Dark Mode
Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia? AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital? China Kirim Misi ke Bulan untuk Berburu Es, Bukan Cuma Air Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Lari 100m Milik Usain Bolt Bersaing dengan AS, China Justru Ajak RI Dukung Inisiatif AI Global TikTok Sepakat Bayar ‘Uang Damai’ Rp7 Triliun ke Pemerintah AS

Kabar Lifestyle

Tetangga RI ‘Terpanggang’ Heatwave, BMKG Ungkap Kondisi Indonesia

badge-check


					Ilustrasi. Gelombang panas melanda Malaysia, dengan Kuala Lumpur dan Kedah dalam status peringatan. Indonesia diperkirakan akan mengalami suhu di atas normal mulai April. (Foto: AFP/CRISTINA QUICLER) Perbesar

Ilustrasi. Gelombang panas melanda Malaysia, dengan Kuala Lumpur dan Kedah dalam status peringatan. Indonesia diperkirakan akan mengalami suhu di atas normal mulai April. (Foto: AFP/CRISTINA QUICLER)

Sejumlah kota di negara tetangga, Malaysia, telah masuk daftar wilayah terdampak heatwave atau gelombang panas. Bagaimana dengan Indonesia?
Laporan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) menyebut Kuala Lumpur telah masuk dalam kategori Level 1 pada daftar wilayah yang terkena dampak gelombang panas yang sedang berlangsung.

Level 1 berarti suhu di wilayah-wilayah tersebut berkisar antara 35 derajat Celcius hingga 37 derajat Celsius selama setidaknya tiga hari berturut-turut.

Selain Kuala Lumpur, lokasi lain yang termasuk dalam daftar tersebut adalah Selama, Kuala Kangsar, Kinta, dan Hulu Perak di Perak; Daerah Utara dan Timur-Laut di Penang; serta Sik, Padang Terap, Kubang Pasu, Pulau Langkawi, Kuala Muda, Kulim, dan Bandar Baharu di Kedah.

Sementara itu, tiga wilayah di Kedah dilaporkan berada dalam status peringatan gelombang panas lebih parah di Level 2. Level ini berarti suhu maksimum harian di wilayah-wilayah tersebut berada di atas 37 derajat Celcius dan mencapai 40 derajat Celsius selama setidaknya tiga hari berturut-turut.

Dikutip dari Straitstimes, laporan dari MetMalaysia pada Senin (23/3) mengungkap kondisi terasa sangat parah di Baling, Pendang, dan Pokok Sena di Kedah.

MetMalaysia membagi kategori heatwave menjadi tiga tingkat, yakni Level 1 atau peringatan, Level 2 atau gelombang panas, dan Level 3 yang berarti gelombang panas ekstrem, dengan suhu maksimum harian di atas 40 derajat Celsius selama setidaknya tiga hari berturut-turut.

Kondisi Indonesia
Beberapa waktu lalu, SCMP melaporkan potensi gelombang panas atau heatwave di negara-negara Kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mulai April mendatang.

Laporan tersebut mengutip prakiraan musiman terbaru Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) yang menyebut suhu di sebagian besar wilayah maritim dan daratan Asia Tenggara diperkirakan berada di atas rata-rata untuk periode Maret-April-Mei 2026.

ASMC memproyeksi untuk periode tiga bulan ke depan, ada kemungkinan 80 hingga 100 persen suhu di atas normal di seluruh Indonesia dan Malaysia. Gelombang panas tak biasa ini diperkirakan pertama kali melanda kedua negara itu, lalu meluas ke sebagian besar daratan Asia Tenggara dalam dua bulan berikutnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak menampik kondisi suhu di atas normal pada periode tersebut. Namun, di Indonesia, peningkatan suhu tersebut tidak serta merta bisa disebut heatwave.

“Yang disampaikan ASMC adalah outlook musim periode Maret – April – Mei: bagaimana karakter temperatur musim tersebut, dengan kondisi diatas normal,” ujar Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan pada Jumat (13/3).

“Hal tersebut berbeda, bukan heatwave yang memiliki karakter waktu pendek hanya maksimal sekitar 2 minggu,” tambahnya.

Terbaru, Ardhasena menyebut cuaca panas di Tanah Air disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kondisi musiman gerak semu Matahari yang berada di dekat khatulistiwa sehingga radiasi ke wilayah Indonesia tinggi.

Kemudian, ada juga sisa lembap atmosfer dari musim hujan dikombinasikan dengan panas, sehingga membuat terasa lebih gerah.

“Sirkulasi atmosfer MJO fase subsiden, menekan pembentukan awan sehingga kita melihat langit tanpa awan di mayoritas wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah, dan panas terakumulasi selama beberapa hari,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (25/3).

Syarat heatwave
Pada 2024, Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan syarat yang harus dipenuhi untuk wilayah mengalami gelombang panas adalah suhu rata-rata naik 5 derajat Celsius dan terjadi selama lima hari berturut-turut.

“Gelombang panas itu suhu maksimal harian lebih tinggi dari suhu maksimal rata-rata hingga 5 derajat Celsius, dan paling tidak muncul lima hari secara berturut-turut,” jelasnya yang kala itu menjabat Deputi Meteorologi BMKG.

Gelombang panas juga umumnya terjadi di wilayah yang terletak pada lintang menengah hingga lintang tinggi, di belahan Bumi bagian utara maupun di belahan Bumi bagian selatan.

Selain itu, fenomena ini juga terjadi pada wilayah geografis yang memiliki atau berdekatan dengan massa daratan dengan luasan yang besar, atau wilayah kontinental atau sub-kontinental.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia?

23 August 2026 - 23:54 WIB

AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital?

23 August 2026 - 23:51 WIB

China Kirim Misi ke Bulan untuk Berburu Es, Bukan Cuma Air

23 August 2026 - 23:43 WIB

Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Lari 100m Milik Usain Bolt

23 August 2026 - 23:35 WIB

Bersaing dengan AS, China Justru Ajak RI Dukung Inisiatif AI Global

23 August 2026 - 23:25 WIB

Trending on Kabar Lifestyle