Menu

Dark Mode
BiiFest 2026 Digelar 10 Hari, Hadirkan MTQ hingga Dakwah Digital di Medsos Adityawarman: Puasa Merupakan Proses Pendidikan yang Berkesinambungan Trump Janji Rilis File Rahasia Alien dan UFO Kuota Internet Hangus Digugat, Komdigi: Rollover Berisiko Naikkan Tarif Mark Zuckerberg Buka Suara Soal Medsos Bikin Kecanduan Dikepung Tektonik Aktif, Ribuan Gempa Terjadi di RI Januari 2026

Kabar Lifestyle

Dikepung Tektonik Aktif, Ribuan Gempa Terjadi di RI Januari 2026

badge-check


					Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sebanyak 4.879 gempa mengguncang wilayah Indonesia pada bulan pertama 2026. (Foto: ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)

Perbesar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sebanyak 4.879 gempa mengguncang wilayah Indonesia pada bulan pertama 2026. (Foto: ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan sebanyak 4.879 gempa mengguncang wilayah Indonesia sepanjang Januari 2026.
“Selama bulan Januari 2026, BMKG mencatat 4.879 kejadian gempa di seluruh Indonesia, dimana 16 gempa berkekuatan M≥5 dan 4.863 gempa berkekuatan M<5,” kata BMKG dalam unggahannya di Instagram, Kamis (19/2).

Dari total angka tersebut, BMKG menyebut 81 gempa dirasakan oleh masyarakat.

Catatan gempa ini menunjukkan hampir setiap hari Indonesia mengalami banyak gempa dan terjadi di berbagai wilayah. Namun, sebagian besar berkekuatan kecil dan tidak terasa.

“Ini hal yang wajar karena Indonesia memang berada di wilayah yang sangat aktif secara tektonik,” tulis BMKG.

Dalam Katalog Gempa Bumi Merusak Tahun 1821-2025, BMKG mengungkap total 43.439 gempa terjadi di sepanjang 2025.

Gempa dengan kekuatan lebih dari M5 tercatat sebanyak 153, sementara gempa dengan kekuatan kurang dari M5 mencapai 43.286.

Data ini juga menyebut 973 gempa dirasakan masyarakat, dengan 25 di antaranya merupakan gempa merusak.

Sepanjang tahun tersebut, distribusi intensitas gempa cukup merata di seluruh Indonesia, mulai dari ujung Sumatra di barat hingga ujung Papua di timur. Dalam data tersebut, hanya wilayah Kalimantan yang intensitas gempanya relatif sangat rendah.

Terbaru, gempa berkekuatan M5,6 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Kamis (19/2) pukul 07.26.18 WIB.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,52 derajat LU; 122,21 derajat BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 109 kilometer arah barat laut Gorontalo Utara, Gorontalo pada kedalaman 31 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Sulawesi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme mendatar naik (oblique thrust),” kata Rahmat Triyono, Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG.

Rahmat menyebut gempa ini tidak berpotensi tsunami dan hingga pagi ini belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.

Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Buol, Gorontalo dengan skala intensitas IV MMI; daerah Kab. Gorontalo Utara, Kab. Pohuwato, Kab. Bone Bolango, Kab. Boalemo, Parigi Moutong III MMI; serta daerah Manado dengan intensitas II MMI.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Trump Janji Rilis File Rahasia Alien dan UFO

20 February 2026 - 18:14 WIB

Kuota Internet Hangus Digugat, Komdigi: Rollover Berisiko Naikkan Tarif

20 February 2026 - 18:08 WIB

Mark Zuckerberg Buka Suara Soal Medsos Bikin Kecanduan

20 February 2026 - 18:02 WIB

Universitas di India Dihujat Usai Klaim Berhasil Bikin Robot Sendiri

20 February 2026 - 17:49 WIB

Meta Borong Jutaan Chip Nvidia, Buat Apa?

18 February 2026 - 20:01 WIB

Trending on Kabar Lifestyle