Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Kabar Bogor

Kapusdiklatcab Pramuka Kota Bogor Jadi Pembicara di Kajian Urban Scouting

badge-check


					Kapusdiklatcab Pramuka Kota Bogor Susi. (foto: ist) Perbesar

Kapusdiklatcab Pramuka Kota Bogor Susi. (foto: ist)

​Jakarta – Pramuka Kota Bogor harus bangga, lantaran salah satu pengurus Kwarcab Pramuka Kota Bogor Susi Yulianti berkesempatan menjadi pembicara dalam kegiatan seminar Kajian Urban Scouting yang berlangsung khidmat di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Minggu (25/1/2026).

Seminar yang dilaksanakan Kwarcab Pramuka Jakarta Pusat ini, menghadirkan Susi, yang kini menjabat sebagai Kapusdiklatcab Kota Bogor. Susi didaulat menjadi pembicara  sebagai sosok penting di balik lahirnya Petunjuk Penyelenggaraan (Jukran) Gerakan Pramuka Nomor 047 Tahun 2018 tentang Pedoman Anggota Dewasa (PAD). Sebelumnya Susi menjabat sebagai Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Dewasa.

​Dalam paparannya di hadapan 37 peserta lintas daerah, Susi mengupas tuntas filosofi serta implementasi Jukran tersebut dalam konteks kepramukaan perkotaan (Urban Scouting). Menurutnya, anggota dewasa harus memiliki landasan yang kuat namun tetap dinamis dalam menghadapi tantangan zaman.

​“Jukran ini lahir untuk memperkuat peran anggota dewasa, bukan membatasi kreativitas. Terutama dalam Urban Scouting, fleksibilitas yang tertuang dalam Jukran 047 tahun 2018 ini sangat memungkinkan kita untuk berinovasi sesuai karakteristik masyarakat kota,” tegas Susi.

​Lebih lanjut, Kak Susi menjelaskan empat poin fundamental yang menjadi ruh dari aturan tersebut. Pertama, Jukran berfungsi sebagai pedoman pengembangan diri bagi anggota dewasa untuk menjalankan peran strategis organisasi. Kedua, adanya fleksibilitas prinsip yang memberikan rambu-rambu jelas namun tidak kaku, sehingga mudah diadaptasi di lapangan.
​Poin ketiga yang disampaikan adalah Jukran sebagai panduan pelaksanaan tugas yang presisi agar anggota dewasa dapat bekerja secara profesional.

Terakhir, ia menekankan sifat aturan yang dinamis dan adaptif, di mana evaluasi berkala wajib dilakukan agar tetap relevan dengan kondisi sosial dan teknologi.

​Materi yang disampaikan tokoh senior Pramuka ini memberikan perspektif segar bagi para Pelatih Pembina Pramuka yang hadir.

Kak Susi secara tidak langsung menegaskan bahwa pembinaan di wilayah perkotaan seperti Jakarta Pusat harus dilakukan secara sistematis namun tetap terbuka terhadap perubahan lingkungan sosial.Rizki M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

TIngkatkan Efisiensi dan Efektivitas, Kendaraan Operasional Disperumkim Dipasangi GPS dan Fuel Sensor

22 July 2026 - 10:20 WIB

Pemkot Bogor Gencarkan Razia Angkot Tua

21 July 2026 - 22:12 WIB

Dedie-Jenal Perkuat Pelestarian Sejarah, Seni, dan Budaya melalui Berbagai Terobosan

20 July 2026 - 22:08 WIB

Trending on Kabar Bogor