Jakarta – Pramuka Kota Bogor harus bangga, lantaran salah satu pengurus Kwarcab Pramuka Kota Bogor Susi Yulianti berkesempatan menjadi pembicara dalam kegiatan seminar Kajian Urban Scouting yang berlangsung khidmat di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Minggu (25/1/2026).
Seminar yang dilaksanakan Kwarcab Pramuka Jakarta Pusat ini, menghadirkan Susi, yang kini menjabat sebagai Kapusdiklatcab Kota Bogor. Susi didaulat menjadi pembicara sebagai sosok penting di balik lahirnya Petunjuk Penyelenggaraan (Jukran) Gerakan Pramuka Nomor 047 Tahun 2018 tentang Pedoman Anggota Dewasa (PAD). Sebelumnya Susi menjabat sebagai Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Dewasa.

Dalam paparannya di hadapan 37 peserta lintas daerah, Susi mengupas tuntas filosofi serta implementasi Jukran tersebut dalam konteks kepramukaan perkotaan (Urban Scouting). Menurutnya, anggota dewasa harus memiliki landasan yang kuat namun tetap dinamis dalam menghadapi tantangan zaman.
“Jukran ini lahir untuk memperkuat peran anggota dewasa, bukan membatasi kreativitas. Terutama dalam Urban Scouting, fleksibilitas yang tertuang dalam Jukran 047 tahun 2018 ini sangat memungkinkan kita untuk berinovasi sesuai karakteristik masyarakat kota,” tegas Susi.
Lebih lanjut, Kak Susi menjelaskan empat poin fundamental yang menjadi ruh dari aturan tersebut. Pertama, Jukran berfungsi sebagai pedoman pengembangan diri bagi anggota dewasa untuk menjalankan peran strategis organisasi. Kedua, adanya fleksibilitas prinsip yang memberikan rambu-rambu jelas namun tidak kaku, sehingga mudah diadaptasi di lapangan.
Poin ketiga yang disampaikan adalah Jukran sebagai panduan pelaksanaan tugas yang presisi agar anggota dewasa dapat bekerja secara profesional.
Terakhir, ia menekankan sifat aturan yang dinamis dan adaptif, di mana evaluasi berkala wajib dilakukan agar tetap relevan dengan kondisi sosial dan teknologi.
Materi yang disampaikan tokoh senior Pramuka ini memberikan perspektif segar bagi para Pelatih Pembina Pramuka yang hadir.
Kak Susi secara tidak langsung menegaskan bahwa pembinaan di wilayah perkotaan seperti Jakarta Pusat harus dilakukan secara sistematis namun tetap terbuka terhadap perubahan lingkungan sosial.Rizki M














