Menu ✖

Dark Mode
Werstling Kabupaten Bogor Penuhi Target Emas Porprov XV Jabar 2026 Sembilan Emas Porprov XV Jabar 2026 Diraih Judo Kota Bogor All Eyes on Papua Menggema, Karhutla Bumi Cenderawasih Bikin Khawatir Bubble AI Pecah Sampai Amerika, Rp18.000 Triliun Menguap Semalam Ini Cara Lacak Lokasi Orang, Bisa Pakai WhatsApp-Google Maps Balas Dendam soal Kumis Superman, Henry Cavill Bikin Game Pakai AI

Headline

Sastra Winara Dukung Program Perluas RTH di Kabupaten Bogor

badge-check


					Ketua DPRD Kab. Bogor Sastra Winara. (foto: ist) Perbesar

Ketua DPRD Kab. Bogor Sastra Winara. (foto: ist)

Kab. Bogor-Program Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang akan memperluas ruang terbuka hijau (RTH) di setiap kecamatan mulai tahun 2026, mendapat dukungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara.  Hal tersebut disampaikan Sastra di Hutan Organik milik keluarga Hj. Rosita di Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, pada Rabu, (5/11/2025).

Menurut Sastra Winara, keberhasilan keluarga Hj. Rosita dalam mengubah lahan tandus menjadi hutan produktif menjadi contoh nyata sekaligus inspirasi bagi masyarakat dan pemerintah.

“Keberhasilan keluarga Hj. Rosita menjadi inspirasi bagi seluruh pihak untuk turut berperan aktif dalam gerakan penghijauan. Hari ini kita belajar dari satu keluarga yang menumbuhkan kehidupan di lahan tandus,” ujarnya.

Sastra Winara juga mengajak seluruh masyarakat Bogor untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Semoga semangat ini menular kepada kita semua, untuk menghijaukan Bogor, menjaga keseimbangan alam, dan memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang  mengapresiasi semangat dan keteladanan keluarga Hj. Rosita yang selama lebih dari dua dekade konsisten merawat hutan organik seluas 30 hektare tersebut.

“Kami sangat bangga dan terinspirasi. Satu keluarga saja bisa mengubah lahan tandus menjadi hutan hijau produktif. Ini bukti bahwa menjaga alam tidak selalu butuh modal besar, tetapi ketulusan, komitmen, dan kerja keras,” kata Rudy.

Hutan organik tersebut lanjutnya, kini memberikan manfaat ekologis yang luas, tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Bogor, tetapi juga bagi lingkungan secara global melalui pasokan oksigen dan fungsi konservasi alam.

Rudy menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan setiap kecamatan memiliki hutan kota dengan luas menyesuaikan ketersediaan lahan di wilayah masing-masing. Program tersebut menjadi langkah strategis dalam menghadapi perubahan iklim dan potensi bencana alam

“Kebijakan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana dan perubahan iklim,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rudy menyebut program penghijauan akan difokuskan pada kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Ciliwung, Cikeas, Cisadane, dan Cileungsi.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan sektor swasta dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Pemerintah harus mencontoh masyarakat yang telah lebih dulu bergerak melestarikan lingkungan. Selain untuk mitigasi bencana, program hutan kota juga diharapkan menjadi ruang edukatif dan sosial bagi masyarakat,” ujarnya. rls/Saefulloh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jelang Nataru 2026, Dirut KAI Bobby Nasution Sidak Infrastruktur Daop 6 Jogja

7 November 2026 - 07:01 WIB

Nonton Wayang Bersama Ribuan Masyarakat di Balai Kota Bogor, Komeng: Selamat Hari Wayang

6 November 2026 - 19:04 WIB

Pemkot Bogor Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometerologi Basah

6 November 2026 - 15:33 WIB

Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

5 November 2026 - 15:49 WIB

Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor

5 November 2026 - 15:37 WIB

Trending on Headline