Menu ✖

Dark Mode
World Cleanup Day 2026, Pemkot Bogor Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Gaya Hidup Jenal Mutaqin Pastikan CFD Bisa Dinikmati Semua Warga Kunjungan Pasien Sempat Meningkat, Pemkot Bogor Pastikan Layanan Kesehatan Berjalan Maksimal World Cleanup Day 2026, Pramuka Kota Bogor Pilah Sampah di CFD Hadir di CFD Kota Bogor, Pelayanan Paspor Diserbu Warga GEKRAFS JABAR Chlorine Digital Media, Al Wafa dan Rahayu Film Production Launching Poster Film Ra.Ha.Yu

Kabar Lifestyle

Kelinci ‘Frankenstein’ dengan Wajah Bertentakel Gegerkan AS

badge-check


					Kelinci 'Frankenstein' dengan Wajah Bertentakel Gegerkan AS 
Foto: Reddit via Unilad Perbesar

Kelinci 'Frankenstein' dengan Wajah Bertentakel Gegerkan AS Foto: Reddit via Unilad

Warga Fort Collins, Colorado, dihebohkan oleh kemunculan kelinci liar dengan wajah dipenuhi tonjolan gelap menyerupai tentakel. Hewan ini dijuluki kelinci ‘Frankenstein’ karena penampilannya yang mengerikan, seolah keluar dari film horor.

Fenomena ini ternyata bukan fiksi. Para ahli menjelaskan bahwa kelinci tersebut terinfeksi Cotton Tail Rabbit Papilloma Virus (CRPV), virus yang memicu pertumbuhan tumor jinak di kepala dan wajah kelinci. Tonjolan tersebut sering kali memanjang seperti sulur hitam, menghalangi pandangan dan mulut hewan malang itu.

Menurut Colorado Parks and Wildlife (CPW), CRPV tidak menular ke manusia. Namun, virus ini dapat menyebar ke populasi kelinci lain di wilayah Midwest melalui gigitan nyamuk dan kutu yang sebelumnya menggigit kelinci terinfeksi. Penularan tidak terjadi lewat kontak langsung antar kelinci.

Gejala dan Dampak Mematikan

Infeksi CRPV biasanya diawali dengan bintik merah di kulit yang berkembang menjadi kutil. Pada tahap parah, sulur hitam akan menutupi area wajah hingga kelinci sulit makan, melihat, dan mendengar. Banyak kelinci liar akhirnya mati kelaparan karena kondisi ini.

Susan Mansfield, warga Fort Collins, mengaku pernah melihat kelinci terinfeksi kembali setahun kemudian dengan kondisi tumor yang semakin parah. “Ia tampak seperti duri hitam yang menusuk keluar dari wajahnya. Saya kira dia akan mati di musim dingin, tapi ternyata kembali di tahun berikutnya,” ujarnya kepada WLBT3.

Di alam liar, kelinci yang terinfeksi kemungkinan besar akan mati kelaparan karena pertumbuhan tumor menghalangi kemampuan mereka untuk melihat, makan, atau mendengar.

Untuk kelinci peliharaan, CPW mengimbau pemilik mencegah gigitan nyamuk dan kutu, misalnya dengan menjaga kandang tetap bersih dan tertutup. Jika terinfeksi, dokter hewan dapat mengangkat tumor melalui operasi sebelum kondisinya memburuk.

Sumber: Detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

GEKRAFS JABAR Chlorine Digital Media, Al Wafa dan Rahayu Film Production Launching Poster Film Ra.Ha.Yu

4 October 2026 - 17:29 WIB

Proyek Matahari Buatan China Sedikit Lagi Rampung, Siap Beroperasi Tahun 2030

4 October 2026 - 14:39 WIB

Trump Tunjuk Direktur Intel Pimpin Lembaga AI Gedung Putih

4 October 2026 - 14:36 WIB

Thailand Kini Gunakan AI untuk Meningkatkan Kualitas Durian

4 October 2026 - 14:33 WIB

Kalender Astronomi Oktober 2026, Ada 2 Hujan Meteor dan Saturnus Dekat Bumi

4 October 2026 - 14:31 WIB

Trending on Kabar Lifestyle