Menu

Dark Mode
Peringatan Seram Pakar Jika Harga Bitcoin Terus Runtuh Garena Resmi Merilis Choppy Cuts, Ini Spesifikasi PC Untuk Memainkannya Vivo Siapkan Kamera Vlog Pesaing DJI Osmo Pocket Jejak Chip Apple M5 Max dan M5 Ultra Muncul di iOS 26.3 HPN 2026, PWI Kota Bogor Buka 3 Layanan Publik Sekaligus Gua Tersegel 40 Ribu Tahun Dibuka, Ungkap Neanderthal Sudah Canggih

Kabar Lifestyle

Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan, GOD Lanjutkan Aksi di Bandung

badge-check


					Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan, GOD Lanjutkan Aksi di Bandung Perbesar

Komitmen membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan terus dilakukan Global Olympus Deliverance (GOD). Setelah sebelumnya dideklarasikan di The Sahira Hotel, Bogor, Sabtu (10/5/2025),  kini GOD melanjutkan aksinya ke Kota Bandung, yakni t di kawasan kos dan asrama mahasiswa Telkom University.

Di Bandung GOD meluncurkan program kolaboratif pengurangan limbah dan perlindungan iklim yang langsung menyasar ruang paling personal dalam kehidupan generasi muda yakni kamar tidur mahasiswa.

Menurut inisiator GOD, Putut Susetyo, deklarasi di Bogor menjadi titik awal dari visi besar GOD, yakni mendorong praktik ekonomi sirkular dalam industri pariwisata dan gaya hidup masyarakat. Di sana, pelaku industri diajak untuk mengganti sistem pendingin ruangan ke teknologi rendah emisi, menjadi bagian dari sistem konsumsi yang lebih bertanggung jawab dan mendaur ulang linen hotel menjadi kriya kreatif.

“Dua pekan berselang dari itu, semangat yang dimulai di Bogor telah menjejakkan kaki di Bandung pada Senin (2/6/2025), tepatnya di lingkungan yang dihuni lebih dari 7.000 kamar kos dan asrama mahasiswa. Dengan potensi keterlibatan hingga 35.000 mahasiswa, Bandung menjadi kota strategis untuk menumbuhkan kesadaran sirkular di kalangan intelektual muda,” kata Putut yang juga menjabat sebagai CEO Salam Group.

Putut menambahkan, ada tiga inisiatif kunci ekonomi sirkular dari kamar tidur. Yakni Transformasi Limbah Tekstil, mahasiswa diajak mengumpulkan pakaian lama dan kain tak terpakai, yang kemudian diolah menjadi kain terbarukan dan papan MDF kriya. Gerakan ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mendaur ulang, tapi menciptakan nilai baru dari bahan lama. 

“Inistiaf kedua yakni tukar kosong, refill penuh. Program refill sabun dan sampo dihadirkan di titik-titik komunitas. Mahasiswa dapat menukar botol kosong dengan isi ulang, mengurangi limbah plastik sekali pakai,” katanya.

Yang terakhir, lanjut Putut, perawatan AC ramah iklim. GOD menggandeng teknisi bersertifikat untuk melakukan pemeliharaan AC preventif di kamar-kamar mahasiswa. Fokusnya mendeteksi dan mencegah kebocoran refrigeran, yang menjadi penyumbang besar pemanasan global.

“Kami percaya perubahan besar justru lahir dari tempat yang paling sederhana, dari kamar kos hingga konsumsi pribadi seperti sabun mandi,” ujarnya.

Lebih lanjut Putut menambahkan, langkah di Bandung bukan sekadar perluasan wilayah, melainkan perluasan nilai dan aksi nyata. Dengan ribuan mahasiswa dan kamar kos sebagai titik awal perubahan, Bandung menjadi simpul strategis menuju kota-kota berikutnya seperti Yogyakarta, Semarang, Bojonegoro, Surabaya, dan lainnya.

“Di setiap kota, GOD membawa misi yang konsisten menumbuhkan ekonomi sirkular, membangun kesadaran ekologis, dan mencetak generasi muda sebagai pemimpin iklim masa depan,” pungkasnya. Pratama



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Peringatan Seram Pakar Jika Harga Bitcoin Terus Runtuh

8 February 2026 - 14:53 WIB

Garena Resmi Merilis Choppy Cuts, Ini Spesifikasi PC Untuk Memainkannya

8 February 2026 - 14:49 WIB

Vivo Siapkan Kamera Vlog Pesaing DJI Osmo Pocket

8 February 2026 - 14:45 WIB

Jejak Chip Apple M5 Max dan M5 Ultra Muncul di iOS 26.3

8 February 2026 - 14:38 WIB

Gua Tersegel 40 Ribu Tahun Dibuka, Ungkap Neanderthal Sudah Canggih

7 February 2026 - 11:28 WIB

Trending on Kabar Lifestyle