Menu ✖

Dark Mode
Bukan Coding, Skill Ini yang Bakal Jadi Modal Utama Pekerja di Era AI Dari Dapur ke Pasar Digital, Teknologi Bantu Ibu Rumah Tangga Jadi Bos China Buka Taman Hiburan AI Terbesar Pertama di Dunia, Dihuni 300 Robot Raksasa AI Ekspansi Besar-besaran di Singapura, Sewa Kantor Meroket Bukan Sekadar Alamat Website, Domain Dibidik Jadi Identitas IP Timnas Pokemon Unite Indonesia Lolos Perempat Final Asian Games 2026

Kabar Bogor

Kebutuhan untuk Zakat Fitrah Melonjak, Rudy Susmanto Minta Pemkab Bogor Pastikan Stok dan Kendalikan Harga Beras

badge-check


					Bupati Bogor Rudy Susmanto (foto: ist) Perbesar

Bupati Bogor Rudy Susmanto (foto: ist)

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, meminta Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan ketersediaan stok dan harga berasdi pasaran menyusul lonjakan permintaan menjelang Idul Fitri 1445 H, terutama karena masyarakat akan menunaikan zakat fitrah, Senin, (18/3/2024).

Rudy mengatakan, meskipun zakat fitrah bisa dikonversi dengan bentuk uang, namun sebagian umat Islam di Bumi Tegar Beriman merasa lebih afdol menunaikan zakat fitrah dengan beras berkualitas, setara yang mereka konsumsi sehari-hari.

“Kita harus memastikan stoknya cukup dan harganya wajar,” kata Rudy.

Rudy juga menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Bogor berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) dan daerah-daerah tetangga penghasil beras, mengingat beberapa daerah akan memasuki masa panen raya pada bulan ini.

“Intinya kita harus menghitung dengan cermat agar masyarakat tidak kesulitan mencari beras di pasaran, terutama untuk kebutuhan zakat fitrah dalam benerapa hari ke depan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Asep Mulyana, menjelaskan bahwa saat ini cadangan beras Kabupaten Bogor tersisa 361 ton, namun jumlah ini dianggap cukup untuk mengantisipasi kerawanan pangan.

“Kita masih punya cadangan beras di Bulog. Untuk penanganan kerawanan pangan tersisa 361 ton,” ungkap Asep Mulyana di Cibinong, Bogor, Kamis.

Asep menegaskan bahwa ketersediaan beras di Kabupaten Bogor saat ini dalam posisi aman. Meskipun harga beras belakangan naik, dia memastikan bahwa hal tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan beras di pasaran. Dia juga menginformasikan bahwa ada dukungan beras dari daerah penyangga seperti Karawang, Cianjur, dan Banten.

Setiap tahun, hasil panen padi Kabupaten Bogor mampu memenuhi 40 persen kebutuhan beras, sedangkan sisanya dipenuhi dengan mendatangkan beras dari daerah lain seperti Karawang dan Indramayu.

Asep mengungkapkan bahwa jumlah kebutuhan beras di Bogor mencapai 696.567 ton dalam setahun, namun pihaknya mampu menyediakan lebih dari jumlah tersebut. Pada tahun 2022, misalnya, DKP Kabupaten Bogor berhasil menyediakan 753.392 ton beras, termasuk sisa tahun 2021 dan tambahan dari produksi petani serta daerah lain.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Mahasiswa STMIK Tazkia Jadi Pilar Kebangkitan Bangsa

26 September 2026 - 10:49 WIB

MTQ Ke-45 Tingkat Kota Bogor Resmi Ditutup, 58 Pemenang Disiapkan Wakili Kota Bogor di Tingkat Provinsi

25 September 2026 - 14:03 WIB

15 Orang Terjaring Sidak KTR

25 September 2026 - 10:07 WIB

Perkuat Kolaborasi, TP PKK Kota Makassar Lakukan Studi Tiru ke Kota Bogor

24 September 2026 - 21:46 WIB

Pemkot Bogor dan ICIA Bahas Pengembangan Transportasi Perkotaan

24 September 2026 - 16:12 WIB

Trending on Kabar Bogor