Menu ✖

Dark Mode
Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum Kota Bogor Optimis Raih 100 Medali Emas Dalam Ajang Porprov XV Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen Kisah Rui Pinto, Hacker yang Bocorkan Skandal Finansial Manchester City

Headline

SKPD dan Kelurahan Dimonitor

badge-check

Untuk mengecek progress dalam realisasi anggaran, Walikota Bogor Bima Arya, Selasa (23/6) melakukan monitoring ke sejumlah SKPD, diantaranya Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bogor, serta Kelurahan Kedung Jaya dan Kelurahan Kedung Waringin Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor. Dalam monitoring ke Dispenda Kota Bogor jajaran Dispenda yang dipimpin langsung oleh Kepala Dispenda Kota Bogor Daud Nedo Darenoh dan Sekretaris Dispenda An An Andri serta sejumlah kepala bidang dan kepala seksi.

“Ada dua hal yang ingin saya cek. Pertama, terkait kendala apa yang ditemui dalam realisasi belanja serapan, supaya akhir tahun terserap maksimal. Kedua, untuk Dispenda saya cek juga dari realisasi pendapatan,” kata Bima. Untuk agenda kedua dijelaskan Bima bahwa melalui kebijakan penghapusan denda PBB P2 bagi wajib pajak sampai tahun 2012, telah efektif mendorong pemasukan hingga Rp 798 juta dalam waktu 15 hari.

“Selain itu, dengan stabil dan bahkan sudah mulai meningkatnya lagi okupansi hotel pun maka diharapkan memberikan optimisme dan raihan target pendapatan dari pajak hotel dan restoran dan di tahun depan juga diharapkan demikian,” lanjut Bima. Sampai medio Juni, target pendapatan yang telah dicapai Dispenda Kota Bogor dari sektor ini telah mencapai 40 persen dari total targetnya sebesar Rp 617 miliar.

Sementara itu Kepala Dispenda Kota Bogor Daud Nedo Darenoh menyampaikan, memasuki semester kedua tahun 2015 ini dari 4 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dketahui terdapat dua perusahaan daerah yang belum menyetorkan pendapatannya. Sementara dua lainnya sudah menyetor walaupun belum secara penuh. “PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor baru menyetorkan pendapatannya sebesar Rp 2,4 miliar. Itupun secara bertahap. Sementara Bank Pasar juga baru setor sebesar Rp 1,2 miliar,” jelas Daud. Penurunan pendapatan dari PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sendiri, dijelaskan Daud dikarenakan adanya penambahan nilai investasi yang dilakukan perusahaan plat merah tersebut.

Sementara monitoring di dua kelurahan di Kecamatan Tanah Sareal, Bima menjelaskan, dilakukan untuk mengecek realisasi program Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM). “Untuk kualitas Posyandu di Kelurahan Kedung Jaya dan Kedung Waringin sudah bagus dan bermanfaat,” ungkapnya. Ke depan, Bima berharap, akan terus ada perawatan dan pengembangan fasilitas yang lain.

Camat Tanah Sareal Taufik mengatakan selain memonitor pelaksanaan PDPM, kunjungan Bima Arya juga untuk melihat kemajuan dalam proses betonisasi dan perbaikan drainase di Kelurahan Kedung Waringin. “Dengan kunjungan ini mudah-mudahan bisa mendekatkan antara kepala daerah dengan warga masyarakatnya,” harap Taufik.

:> AH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT

7 October 2026 - 22:03 WIB

Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum

7 October 2026 - 22:00 WIB

Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini

7 October 2026 - 21:51 WIB

Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen

7 October 2026 - 20:43 WIB

Polresta Sleman Tangkap Sejoli Kasus Penelantaran Bayi di Kalasan

7 October 2026 - 19:29 WIB

Trending on Headline