Tingginya mobilitas warga menjadi salahsatu faktor penyebab semakin meningkatnya jumlah kasus covid 19 di Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor pun tak henti-hentinya terus berupaya menekan jumlah kasus covid 19. Untuk itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor perlahan mulai mengurangi beban mobilitas masyarakat di pusat kota, salah satunya dengan memperluas titik lokasi layanan pendapatan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Bogor.
Menurut Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Pemkot Bogor akan mengurangi mobilitas masyarakat di tengah kota dengan membuka area layanan Samsat di area Mal Boxies 123.

“Kita membahas terkait rencana pemanfaatan salah satu area di Mal Boxies untuk dijadikan titik layanan Kantor Samsat Wilayah Bogor,” ungkap Dedie.
Dedie menambahkan, selama ini seputaran Kebun Raya Bogor jadi akses utama bagi sebagian masyarakat Bogor dan sekitarnya. Mulai dari pusat pemerintahan, perdagangan ekonomi, bisnis, dan industri semua berkumpul di satu kawasan.
“Terpusatnya kegiatan warga di seputaran KRB membuat konsentrasi dan mobilitas penduduk serta barang menjadi satu. Alhasil, kepadatan arus lalu lintas di jam tertentu pun kerap menjadi pemandangan setiap hari. Ini menjadi salahsatu faktor meningkatnya kasus covid 19,” katanya.
Jika sejumlah perkantoran dan titik layanan masyarakat disebar ke wilayah-wilayah lanjutnya, maka setidaknya akan mengurangi jumlah pergerakan masyarakat di pusat kota.
“Dengan demikian pelayanan untuk warga Bogor Timur, Selatan, Kabupaten Bogor dari wilayah Ciawi, Gadog, Puncak, Cigombong dan lainnya tidak perlu lagi ke Kantor Samsat yang berada di Jalan Ir. H. Juanda,” harapnya.
penulis pratama
editor herman














