Puting beliung terjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dan menyapu empat kecamatan yakni Kecamatan Pamarican, Cimaragas, Cidolog dan Cisaga.
Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis mendata, total kerusakan akibat bencana angin puting beliung, Jumat (13/11/2020) sore ada 302 rumah, dan sejumlah tempat usaha berupa kandang ayam, serta fasilitas umum. Pendataan ini dimulai sesaat setelah kejadian hingga hari Minggu (15/11/2020).

“Data terakhir ada 302 rumah rusak akibat angin kencang,” kata Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis, Ade Waluya melalui pesan WhatsApp, Senin pagi (16/11/2020).
Dia merinci lebih jauh, di Kecamatan Pamarican lebih dari 200 rumah rusak. Selain itu, tiga fasilitas umum berupa mushala, pusat kesehatan desa dan balai dusun juga rusak akibat musibah ini.
Baca juga: Sindangbarang Cianjur Dilanda Banjir Bandang dan Longsor
Kerusakan disebabkan rumah tertimpa pohon roboh dan atap beterbangan disapu angin. “Selain itu, satu kandang ayam di Kecamatan Pamarican juga mengalami kerusakan,” kata Ade.
Di Kecamatan Cimaragas, lanjut Ade, ada 68 rumah rusak akibat bencana ini. Untuk Kecamatan Cidolog 24 rumah dan Cisaga 11 rumah. Anggota Tagana lainnya, Baehaki Efendi mengatakan, saat kejadian, hujan cukup deras mengguyur wilayah Pamarican dan sekitarnya. Hujan juga disertai angin kencang.
Kencangnya angin bahkan merobohkan pepohonan di wilayah tersebut. Pohon roboh menimpa atap rumah warga. “Kerusakan rumah mulai ringan, sedang hingga rusak berat,” jelasnya.
Hingga Minggu, lanjut Baehaki, proses pembersihan reruntuhan pohon di rumah warga sudah selesai. Saat ini, warga yang rumahnya tertimpa pohon membutuhkan terpal.
“Atap rumahnya rusak, warga membutuhkan terpal,” katanya.
Senada dengan Tagana, BPBD Kabupaten Ciamis juga merinci total kerusakan bangunan akibat bencana angin puting beliung.
Menurut data Pusdalops BPBD, sebanyak 302 rumah, 13 tempat usaha, dan 7 fasilitas umum mengalami kerusakan. Bencana angin puting beliung ini tidak menyebabkan korban jiwa. Namun, BPBD mencatat ada 9 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 27 jiwa terpaksa mengungsi pasca-bencana ini.
Jumlah bangunan yang rusak tersebar di empat kecamatan, masing-masing Kecamatan Pamarican, Cimaragas, Cidolog dan Cisaga.
Sumber: Kompas.com
Editor: Adi Kurniawan














