Menu ✖

Dark Mode
Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan Nabi Krisis 2008 Ungkap Kebohongan Terbesar Nvidia, Warning Investor Dunia dalam Bahaya, Manusia Rp 3.500 T Muncul Jadi Juru Selamat Trump Ketemu Bos-Bos Teknologi Bahas Krisis Dunia, Begini Hasilnya

Headline

Bank Dunia Prediksi 150 Juta Orang Jatuh Miskin, Gara-gara Covid

badge-check


					Bank Dunia Prediksi 150 Juta Orang Jatuh Miskin, Gara-gara Covid Perbesar

World Bank atau Bank Dunia memprediksi jka tahun depan perekonomian semakin memburuk akibat pandemi Covid-19, sekitar 150 juta orang diprediksi bakal jatuh ke dalam kemiskinan parah.
Prediksi tersebut dibuat oleh Bank Dunia baru-baru ini sebagaimana dilansir dari Al Arabiya.
Bank Dunia menambahkan sebanyak 150 juta orang tersebut hanya berpenghasilan kurang dari 1,9 dollar AS (Rp 29.000) perhari.
Dikutip Kompas.com, sekitar 82 persen orang yang akan jatuh ke dalam kemiskinan parah diprediksi berasal dari negara-negara berpenghasilan menengah seperti India, Nigeria, dan Indonesia.
Bank Dunia menambahkan orang-orang yang akan jatuh miskin kebanyakan berasal dari kelompok berpendidikian di perkotaan.
Itu artinya, kawasan perkotaan akan melihat peningkatan masyarakat miskin.
Adanya pandemi telah menghentikan upaya melawan kemiskinan parah di tataran global yang dinilai sudah mengalami kemajuan.
Akibat pandemi pula, kemiskinan ekstrem global, untuk pertama kalinya dalam 20 tahun lebih, akan meningkat tahun ini.
Presiden Bank Dunia, David Malpass, mengatakan pandemi virus corona juga akan mempersulit negara-negara di seluruh dunia untuk kembali ke pertumbuhan inklusif.
Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan turun 5,2 persen tahun ini, lebih dari delapan dekade terakhir.
Hampir seperempat dari populasi dunia hidup dengan penghasilan di bawah 3,20 dollar AS (Rp 47.000) perhari. Masyarakat di kelompok penghasilan ini sangat rentan terhadap jenis guncangan ekonomi yang datang secara bergelombang seperti pandemi.
Pengangguran meningkat dan mereka yang telah menabung terpaksa harus mengeluarkannya agar bisa bertahan hidup.
Keluarga makan lebih sedikit. Banyak anak, yang merupakan separuh dari penduduk miskin di dunia, ketinggalan pembelajaran jarak jauh.
“Banyak dari kaum miskin baru kemungkinan besar terkait dalam bidang layanan informal, konstruksi dan manufaktur – sektor di mana kegiatan ekonomi paling terpengaruh oleh lockdown dan pembatasan mobilitas lainnya,” kata laporan dari Bank Dunia.
Di sisi lain, para ahli berpendapat bahwa pemulihan perekonomian bisa memakan waktu hingga 10 tahun.
Negara-negara berkembang mencari lebih banyak bantuan dari Bank Dunia, lembaga keuangan lain, dan negara yang lebih kaya untuk membebaskan sumber daya guna memerangi pandemi.
Negara-negara tersebut menginginkan perpanjangan moratorium utang oleh negara-negara G-20 setelah akhir tahun ini dan sebagian di antara mereka menyerukan pembatalan utang secara langsung.
Mereka juga menginginkan masalah hak penarikan khusus oleh Dana Moneter Internasional (IMF), tetapi AS menentangnya.
Sebelum pandemi, beberapa negara di Afrika telah membuat “langkah mengesankan” melawan kemiskinan dan beberapa negara memiliki ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Kini, 54 negara Afrika menyatakan membutuhkan 100 miliar dollar AS (Rp 1.400 triliun) pertahun selama tiga tahun ke depan untuk melawan Covid-19 dan dampak ekonomi dan sosialnya.
Sekitar sepertiga dari kaum miskin ekstrem baru diperkirakan berada di sub-Sahara Afrika, antara 26 juta hingga 40 juta.
Sementara di Asia Selatan, orang miskin ekstrem baru akan mencapai 49 juta hingga 57 juta.

Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara

2 October 2026 - 18:51 WIB

Hari Kedua, Asap Masih Mengepul di Trans Home Sleman

2 October 2026 - 12:14 WIB

Akses Sempit Jadi Kendala Damkar Padamkan Trans Home Sleman Sleman

1 October 2026 - 21:16 WIB

Trans Home Sleman Terbakar, Dua Orang Meninggal

1 October 2026 - 19:10 WIB

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

Trending on Headline