Libur panjang dikhawatirkan menjadi pemicu naiknya angka penyebaran covid 19. Untuk itu Pemerintah Kota Bogor melakukan antisipasi dengan menggelar Rapid Test massal gratis di beberapa titik lokasi kedatangan warga yang akan berlibur di Kota Bogor. Seperti di terminal, stasiun dan tempat wisata. Khusus di Stasiun KRL Bogor, Rapid Test digelar dua hari berturut-turut, yakni Kamis dan Jumat (30/10/2020).
.Menurut Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor Theofilo Patrocinio, rapid test ini sesuai dengan arahan Wali Kota Bogor agar pengunjung yang datang ke Kota Bogor bisa diketahui reaktif atau non reaktif.

“Pelaksanaan rapid test kali ini, pihaknya mengarahkan penumpang kereta yang baru turun untuk melakukan pendaftaran rapid test. Setiap harinya ditargetkan 100 penumpang KRL . Hal ini dilakukan untuk memastikan pengunjung yang datang ke Kota Bogor sehat, begitu juga saat pulang tetap dalam keadaan sehat. Besok kami akan lanjut rapid test di The Jungle BNR dan hari terakhir di Kebun Raya Bogor,” kataTheo.
Kepala Seksi P3MS Dinkes Kota Bogor, Djohan Misali menambahkan, rapid test ini sesuai keputusan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bogor berkoordinasi dengan Dinkes Jawa Barat.
“Selama tiga hari rapid test massal, tercatat enam orang yang hasilnya reaktif dan langsung karantina mandiri. Test Swab akan dilakukan setelah lima hari karantina menunggu masa inkubasi, namun bagi warga luar Kota Bogor protapnya harus pulang kembali ke kota asalnya” ujar Djohan.
Sementara itu, salah satu peserta rapid test Nur Sukma Wijayanti mengatakan, ia datang dari Jakarta untuk menemui temannya di Bogor.Dirinya mengaku sudah tiga kali rapid test termasuk hari ini dan hasilnya non reaktif.
“Saya menyadari hasil rapid test belum bisa dipastikan apakah positif atau negatif, mengingat ada beberapa kejadian saat hasilnya non reaktif dan kemudian di swab test hasilnya positif. Kalau mau safety (aman) bagusnya test swab, cuma memang nunggu hasilnya bisa beberapa hari. Tapi dengan test rapid ini sudah cukup bagus dan orang-orang jadi lebih aware,” katanya.
penulis/editor herman














