Menu

Dark Mode
CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker  Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring

Kabar Bogor

Tiga Usaha Baru Menjanjikan di Tengah Pandemi Covid

badge-check


					Wali kota Bogor Bima Arya saat menjadi pembicara dalam diskusi virtual, Kamis (22/10/2020). Perbesar

Wali kota Bogor Bima Arya saat menjadi pembicara dalam diskusi virtual, Kamis (22/10/2020).

Hampir semua bidang pekerjaan yang dilakoni masyarakat, merasakan dampak dari pandemi covid 19 yang sudah berlangsung sejak awal tahun 2020. Namun demikian ada pula usaha-usaha baru yang justru mengalami peningkatan pendapatan selama pandemi covid 19, seperti usaha makanan sehat, alat olahraga dan urban farming.

Demikian dikatakan Wali Kota Bogor Bima Arya saat menjadi pembicara dalam diskusi Government Roundtable Session 2 dengan tema ‘Pemulihan Ekonomi Jawa Barat’ yang digelar Markplus secara daring, Kamis (22/10/2020).

Menurut Bima, pihaknya telah melakukan survei di masyarakat untuk menerapkan kebijakan-kebijakan Pemkot Bogor dalam menangani pandemi, khususnya di sektor ekonomi.

“Tim dari Bappeda belum lama ini melakukan survey untuk merumuskan kebijakan kita ke depan. Data menunjukan bahwa ada 42 persen warga Bogor putus kerja karena pandemi. Tapi sebagian sudah bekerja kembali, saat ini masih ada sekitar 7 persen belum bekerja kembali. Lalu 57 persen warga mengaku tetap sama dengan sebelum pandemi. Yang menarik adalah ada 1 persen warga yang penghasilannya naik,” kata  Bima.


Baca juga:Warga Kota Bogor Resah, Puluhan Remaja Bersenjata Tajam Serang Pemukiman


Bima menambahkan, buruh, sopir, pedagang kaki lima, karyawan toko, pegawai kantoran, karyawan hotel, restoran, petani, peternak, dan profesional lepas atau freelance disurvei. Dari 80 persen warga yang terdampak secara ekonomi, ketika kita ditanya bidang pekerjaan apa yang anda minati? Jawaban masyarakat mencerminkan demand (permintaan pasar) di tengah pandemi.

“Nomor satu adalah ketertarikan untuk bekerja di produsen produk makanan dan minuman kesehatan atau healthy food. Yang kedua  produsen alat olahraga, seperti sepeda. Kita lihat sekarang ini booming banget orang Jakarta ke Bogor untuk gowes, jogging, trekking, rafting dan lain-lain,” katanya.

Yang ketiga lanjut Bima, orang-orang berminat  menekuni urban farming. Produksi sayuran, buah-buahan dan tanaman hias. Di Kota Bogor data menunjukan bahwa di era pandemi ini justru 300 persen demand dari warga naik untuk produk sayuran dan buah-buahan. Tiga besar ini mencerminkan pemahaman orang yang sangat baik tentang peluang yang tercipta di masa pandemi ini.

“Saya mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor untuk fokus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Targetnya untuk swasembada lokal. Mencukupi kebutuhan pangan di wilayah itu. Namun, kalau sudah tercukupi, bukan tidak mungkin melakukan penetrasi pasar, makanya kemudian dibangun koneksi dengan marketnya. Selain sayur dan buah, juga tanaman hias tak kalah booming ,” jelas Bima.

penulis herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis

11 September 2026 - 16:00 WIB

Dedie Rachim Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera

31 August 2026 - 19:25 WIB

YKI Kota Bogor Gaungkan Kepedulian Bersama dan Rencana Pembangunan Rumah Sahabat Kanker

28 August 2026 - 14:30 WIB

JPO Rangga Mekar-Batutulis Diperbaiki, Arus Lalin Motor Dialihkan

27 August 2026 - 14:56 WIB

Penataan Angkot Capai 50,2 Persen, Targetkan Penertiban Tuntas Akhir Tahun

26 August 2026 - 14:51 WIB

Trending on Kabar Bogor