Menu ✖

Dark Mode
Pemkot Datangi Pedagang Es Jeruk Malioboro yang Nuthuk, Sekda DIY : Yang Wajar – Wajar Aja! Ini Pesan Sri Sultan Hamengkubuwono X Saat Bertemu Pangdam XXVI Mataram Prof Uceng Ikut Aksi Sumpah Pemuda Titik Nol Yogyakarta Cerita Keluarga Wisatawan Asal Tulungagung Terjebak di Tengah Kericuhan di Malioboro  Demo Peringati Sumpah Pemuda di Jogja Pecah, Warga dan Aparat Terluka Jadi Venue Porprov, Kelurahan Cilendek Timur Berbenah

Kabar Bogor

Tiga Usaha Baru Menjanjikan di Tengah Pandemi Covid

badge-check


					Wali kota Bogor Bima Arya saat menjadi pembicara dalam diskusi virtual, Kamis (22/10/2020). Perbesar

Wali kota Bogor Bima Arya saat menjadi pembicara dalam diskusi virtual, Kamis (22/10/2020).

Hampir semua bidang pekerjaan yang dilakoni masyarakat, merasakan dampak dari pandemi covid 19 yang sudah berlangsung sejak awal tahun 2020. Namun demikian ada pula usaha-usaha baru yang justru mengalami peningkatan pendapatan selama pandemi covid 19, seperti usaha makanan sehat, alat olahraga dan urban farming.

Demikian dikatakan Wali Kota Bogor Bima Arya saat menjadi pembicara dalam diskusi Government Roundtable Session 2 dengan tema ‘Pemulihan Ekonomi Jawa Barat’ yang digelar Markplus secara daring, Kamis (22/10/2020).

Menurut Bima, pihaknya telah melakukan survei di masyarakat untuk menerapkan kebijakan-kebijakan Pemkot Bogor dalam menangani pandemi, khususnya di sektor ekonomi.

“Tim dari Bappeda belum lama ini melakukan survey untuk merumuskan kebijakan kita ke depan. Data menunjukan bahwa ada 42 persen warga Bogor putus kerja karena pandemi. Tapi sebagian sudah bekerja kembali, saat ini masih ada sekitar 7 persen belum bekerja kembali. Lalu 57 persen warga mengaku tetap sama dengan sebelum pandemi. Yang menarik adalah ada 1 persen warga yang penghasilannya naik,” kata  Bima.


Baca juga:Warga Kota Bogor Resah, Puluhan Remaja Bersenjata Tajam Serang Pemukiman


Bima menambahkan, buruh, sopir, pedagang kaki lima, karyawan toko, pegawai kantoran, karyawan hotel, restoran, petani, peternak, dan profesional lepas atau freelance disurvei. Dari 80 persen warga yang terdampak secara ekonomi, ketika kita ditanya bidang pekerjaan apa yang anda minati? Jawaban masyarakat mencerminkan demand (permintaan pasar) di tengah pandemi.

“Nomor satu adalah ketertarikan untuk bekerja di produsen produk makanan dan minuman kesehatan atau healthy food. Yang kedua  produsen alat olahraga, seperti sepeda. Kita lihat sekarang ini booming banget orang Jakarta ke Bogor untuk gowes, jogging, trekking, rafting dan lain-lain,” katanya.

Yang ketiga lanjut Bima, orang-orang berminat  menekuni urban farming. Produksi sayuran, buah-buahan dan tanaman hias. Di Kota Bogor data menunjukan bahwa di era pandemi ini justru 300 persen demand dari warga naik untuk produk sayuran dan buah-buahan. Tiga besar ini mencerminkan pemahaman orang yang sangat baik tentang peluang yang tercipta di masa pandemi ini.

“Saya mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor untuk fokus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Targetnya untuk swasembada lokal. Mencukupi kebutuhan pangan di wilayah itu. Namun, kalau sudah tercukupi, bukan tidak mungkin melakukan penetrasi pasar, makanya kemudian dibangun koneksi dengan marketnya. Selain sayur dan buah, juga tanaman hias tak kalah booming ,” jelas Bima.

penulis herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ini Pesan Sri Sultan Hamengkubuwono X Saat Bertemu Pangdam XXVI Mataram

28 October 2026 - 23:27 WIB

Jadi Venue Porprov, Kelurahan Cilendek Timur Berbenah

28 October 2026 - 16:55 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Fajar Muhammad Nur Dorong Solusi 4 Persoalan Pemuda

28 October 2026 - 13:15 WIB

Bocah Ajaib Kuliah Umur 9 Tahun, Calon Doktor Fisika di Usia 18 Tahun

28 October 2026 - 12:35 WIB

Grand Design Sistem Transportasi Kota Bogor, Kadishub Fokus 3 Aspek

28 October 2026 - 08:18 WIB

Trending on Kabar Bogor