Sedulur Pengerajin Tahu Indonesia (SPTI) dan UMKM Kabupaten Bogor bersinergi dalam menjalankan usaha, terlebih lagi mengenai pembinaan dan mewadahi para pengusaha tahu agar terus berkembang.
Ketua SPTI, Wasis, mengatakan bahwa saat ini masih banyak para pengerajin tahu yang masih memakai formalin dan yang tidak memakai formalin hanya 30 persen untuk sejabodetabek, bahkan yang sangat miris lagi mereka yang memakai formalin malah terkesan adanya pembiaran.
“Kami mohon agar di bantu oleh ibu,sehingga kami bisa bersaing secara sehat,” pinta Wasis disela kunker anggota Komisi VI DPR, Elly Rachmat Yasin di Kampung Pengrajin Tahu, Kampung Pisang Kel. Keradenan, Kecamatan Cibinong, Kab. bogor, Senin (19/10/2020).

Ketua SPTI juga menambahkan bahwa SPTI punya Moto yaitu save konsumen. Jadi artinya SPTI sangat mementingkan kesehatan konsumen, tetapi apabila pemerintah tidak mendukung kami, maka bagaimana SPTI bisa bertahan.
“Jadi kami mohon kepada ibu Elly Rachmat Yasin, selaku Komisi VI DPR RI. Kami yakin ibu bisa menjembatani kami kepada pemerintah pusat,agar program SPTI ini untuk kedepan bisa maju,dan seluruh pengerajin Tahu tidak ada lagi memakai Formalin,” harap Ketua SPTI.
Baca juga: TNI/Polri Diminta Intensifkan Patroli di Objek Wisata dan Penginapan
Menyikapi hal itu Elly Rachmat Yasin menuturkan bahwa buat para pengerajin tahu yang masih memakai formalin harus segera di tindak,atau di kasih pengarahan oleh SPTI selaku organisasi pengerajin tahu, karena biar kedepannya tidak ada lagi pengerajin tahu yang memakai formalin.
Sedangkan Asep Mulyana kepala Dinas UMKM Kab Bogor menambahkan bahwa pihaknya membutuhkan dari kawan – kawan SPTI agar memberikan informasi tentang siapa saja pengerajin tahu yang masih memakai formalin. “Kalau sudah ada laporan yang disertai bukti lengkap, maka akan secepatnya menindak pelakunya,” tegas Asep.
Penulis: Adi Kurniawan














