Menu

Dark Mode
Aklamasi Rusli Pimpin Golkar Kota Bogor Rusli Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Kota Bogor Tak Habis Pikir, Debu Gurun Sahara Jadi Pupuk Alami Hutan Amazon Peringatan Keras CEO Microoft, AI Bisa Hancurkan Perusahaan! Ilmuwan Temukan Kanker Menular pada Lele Samsung Perkirakan Kelangkaan Chip Berlanjut Hingga 2028

Headline

Dentuman Keras di Langit Jakarta Bikin Geger Warga

badge-check


					Dentuman Keras di Langit Jakarta Bikin Geger Warga Perbesar

Dentuman misterius keras terdengar di langit DKI Jakarta, pada Minggu (20/8/2020) malam khususnya di wilayah Jakarta Selatan.

Dentuman keras itu diakui sejumlah warga terdengar sebanyak dua kali sekitar pukul 19.45 WIB, hingga menyebabkan benda getaran.

Seperti diakui Surti (52) Warga Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dia mengatakan, suara dentuman tersebut terdengar cukup keras sebanyak dua kali dengan jeda waktu yang tidak terlalu lama.
“Kedengarann dua kali suaranya, kencang banget pas saya lagi menonton TV di rumah. Sekitar habis Isya, lah kedengaran,” ujar Surti kepada Kompas.com, Minggu (20/9/2020).

Menurutnya, dentuman tersebut terdengar asing karena suaranya tidak seperti suara gemuruh ketika menjelang hujan.

Namun, dia tidak terlalu menghiraukan peristiwa itu kendati suaranya terdengar sangat jelas dari dalam rumahnya.

“Memang kencang, tapi biasa saja pas dengar. Kayak suara apa ya, begitu. Tapi ya sudah mungkin mau hujan saya pikir begitu,” tuturnya.

Pengakuan senada juga diakui Dian (30), yang tinggal di daerah Kalibata, Jakarta Selatan.

Menurutnya, dirinya mendengar dentuman pertama yang suaranya lebih kencang. Kemudian, sekitar 1 menit kemudian, terdengar dentuman berikutnya.

Padahal saat itu di wilayah Kalibata tidak ada tanda-tanda hujan, yang biasanya ditandai suara petir yang menggelegar.

Fenomena alam ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial (mensos). Banyak dari netizen. (warganet) yang juga mengaku mendengar suara dentuman tersebut.

Seperti dituliskan oleh akun @zwestykrisan. Dalam tuipnya dia mengaku suara dentuman terdengar cukup keras bahkan membuat jendela tempat tinggalnya seperti bergetar.

Menurut dia, suara tersebut terdengar sekitar pukul 19.45 sebanyak dua kali dengan durasi yang cukup singkat. Kendati demikian dia mengaku tidak mengetahui darimana sumber suara tersebut.

“Mau dikira geledek tapi kayaknya bukan karena frekwensinya rendah, paku bumi juga gak kayak gitu suaranya. Gak tau deh itu apa. Yg jelas frekwensinya rendah, kayak “dheem” gitu,” tulis akun @zwestykrisan.

Sementara itu, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Daryono mengungkapkan terkait suara dentuman tersebut, pihaknya mengaku menangkap adanya aktivitas petir yang terjadi di sekitar Gunung Salak, Bogor.

Hasil monitoring petir oleh BMKG menggunakan peralatan lightning detector menunjukkan adanya beberapa aktivitas petir yang terjadi di sekitar Gunung Salak Bogor antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB,” ujar Daryono saat dihubungi Kompas.com, Minggu (20/9/2020) malam.

Tetapi pihaknya belum dapat memastikan apakah ada keterkaitan antara aktivitas tersebut dengan sumber suara dentuman yang terdengar di Jakarta Selatan dan sebagian Jakarta Timur.

Meski begitu, BMKG tetap menggunakan acuan dari hasil monitoring dengan terdengarnya suara dentuman.

“Acuan kami adalah data hasil monitoring peralatan kami yang menunjukkan bahwa memang ada beberapa aktivitas petir yang terjadi saat rentang waktu terdengarnya suara dentuman yang dilaporkan oleh warga,” lanjut dia.

Selain itu, Daryono juga memastikan bahwa suara dentuman malam ini tidak bersumber dari aktivitas gempa bumi.

Tidak terjadi gempa

Terkait adanya suara dentuman, Daryono menambahkan, biasanya gempa dengan kedalaman sangat dangkal dapat menimbulkan suara dentuman.
Namun, saat warga melaporkan adanya suara dentuman malam ini, BMKG tidak mencatat adanya aktivitas seismik di Jakarta dan sekitarnya.

“Hasil monitoring BMKG menggunakan sensor gempa yang terpasang dekat Jakarta, yaitu di Citeko, Bogor dan Pondok Aren, Tangerang Selatan, menunjukkan bahwa tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB,” tegasnya.

Mengenai kejadian ini, tidak ada tanda atau penamaan khusus dari fenomena ini.

Daryono mengungkapkan, faktor penyebab bunyi dentuman yang terdengar warga Jakarta dan sekitarnya diduga berasal dari petir.
Mengenai kejadian ini, pihaknya menyebut tidak menutup kemungkinan fenomena ini akan berulang.

Sumber kompas.com

Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Program PEKA, Bekali Ahli Waris Berwirausaha

14 July 2026 - 16:09 WIB

Trending on Headline