Paska adanya kasus 3 warga di wilayah Pulo Armin Baranangsiang Kota Bogor terkena demam berdarah dengue, DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Bogor langsung melakukan fogging di wilayah Pulo Armin, Kelurahan Barangsiang, Kecamatan Bogor Timur pada Jum’at (7/8/2020).
Selain diwilayah yang diketahui tempat nyamuk, tim BMI juga diminta warga melakukan fogging dirumah-rumah warga dengan tetap memakai Alat Pelindung Diri (APD) standar untuk masyarakat dimasa pandemi Covid-19 Kota Bogor. Kedepan BMI juga melakukan fogging disetiap wilayah Kota Bogor untuk antisipasi DBD.

Ketau DPC BMI Kota Bogor, Setiyoso Subarkah mengatakan, kali ini pihaknya melakukan fogging satu titik dengan fokus di RW 05 Pulo Armin, Kelurahan Baranangsiang. Kebetulan BMI ingin melakukan bakti sosial dimasa pandemi Covid-19 Kota Bogor, tetapi dimasa pandemi ini ada ancaman lain yaitu DBD.
“Masyarakat jangan terlena, dimasa pandemi Covid-19 Kota Bogor ini harus waspada, karena sudah ada masyarakat yang terkena DBD diwilayah Pulo Armin contohnya,” ungkap Setiyoso kepada wartawan pada Minggu (9/8/2020).
Setiyoso melanjutkan, langkah bakti sosial difokuskan dengan melakukan fogging di wilayah Kota Bogor, setelah dirinya mendapatkan informasi ada tiga warga Pulo Armin yang dirawat terkena DBD.
“Tentunya kami lakukan hal yang sangat dibutuhkan masyarakat, ternyata dengan fogging untuk antisipasi DBD agar tidak ada korban lain,” tambah pria yang akrab disapa Yos.
Yos menjelaskan, selain di wilayah Baranangsiang ini, pihaknya akan secara konsisten fogging diwilayah lain. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan di Bogor Barat dan Tanah Sareal.
“Selain itu wilayah Bogor Selatan juga siap dilaksanakan fogging. Untuk informasi lokasinya masih menyusul, warga mana yang meminta dahulu. Untuk kegiatan fogging ini, kami bekerjasama dengan DPC PDI Perjuangan Kota Bogor yang dinahkodai bapak Dadang Iskandar Danubrata, saat kegiatan di Pulo Armin juga ketua PAC PDI Perjuangan Bogor Timur Rachmat Heryana ikut hadir,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengingatkan, DBD terus dipantau pihaknya, prinsipnya yang diingatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) meski banyak yang meminta fogging.
“Kami galakan PSN, untuk kasus DBD tidak signifikan penambahannya tapi ada beberapa. Masyarakat harus menjaga lingkungan, selain itu program 3M digalakkan. Itu yang bisa dilakukan,” pungkasnya.
Reporterpratama














