Menu ✖

Dark Mode
Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

Kabar Dunia

Kesempatan Terakhir! Komet Neowise Terlihat Pekan Ini, Muncul 7.000 Tahun Lagi

badge-check


					Kesempatan Terakhir! Komet Neowise Terlihat Pekan Ini, Muncul 7.000 Tahun Lagi Perbesar

Komet Neowise ditemukan kembali pada bulan Maret lalu. Dan sempat bersinar terang selama beberapa minggu terakhir. Bahkan dapat dilihat tanpa menggunakan bantuan alat.

Sayangnya, komet Neowise memiliki jarak terdekat ke Bumi pada tanggal 23 Juli lalu. Dan saat ini tengah melaju ke tata surya bagian luar. Dan komet ini dapat dilihat kembali sekitar 7 ribu tahun lagi. Sehingga kesempatan ini menjadi salah satu kesempatan yang langka.

Minggu depan, komet Neowise kemungkinan masih dapat terlihat. Namun, hanya dapat dilihat menggunakan bantuan teleskop atau teropong. Dan untuk melihatnya sebaiknya dua jam setelah matahari terbenam. Tentu saja, komet ini hanya akan terlihat bila cuaca sedang cerah.

Baca juga: Gambar di Sajadah Jadul dan Tren Tahun 90-an Ini Ternyata Masjid Hagia Sophia

Komet Neowise adalah salah satu komet paling terang. Neowise ditemukan pada akhir Maret dan memiliki jarak terdekat ke Matahari dalam orbit Merkurius, pada akhir pekan lalu. Dan saat ini semakin mendekati Bumi ketika Neowise memulai perjalanan panjangnya kembali ke tata surya di luar angkasa.

Komet berbeda dengan asteroid dan meteor. Komet terbuat dari es, gas, dan batu. Atau sering disamakan dengan bola salju yang kotor. Sedangkan asteroid terbuat dari logam atau batu dan mengikuti orbit sehingga lebih mudah untuk dilacak.

Beberapa ilmuan percaya bahwa yang memusnahkan dinosaurus adalah komet, bukan asteroid. “ Komet pada dasarnya adalah asteroid yang terdiri dari kumpulan es,” kata seorang pakar NASA.

“Komet terasa lebih dingin karena berasal dari luar garis tata surya. Dimana terdapat orbit planet-planet es raksasa seperti Neptunud, Uranus, dan Pluto,” tambahnya kembali.

Cahaya matahari nyaris tidak dapat menembus dunia komet. Tetapi terkadang komet mendapatkan perjalanan ke iklim yang lebih tropis. Melalui sistem tata surya bagian dalam yang lebih hangat seperti Bumi, Mars, Venus, dan Merkurius. Dan saat komet mendekati matahari, esnya berubah menjadi gas dan menjadi uap air. Menciptakan koma yang bersinar dengan ekor yang spektakuler.

Sumber: metro.co.uk

Foto: NASA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ada Apa Peneliti Roket, Satelit, dan Drone Sedunia Kumpul di Yogyakarta?

4 October 2026 - 16:51 WIB

Padamkan Karhutla, Pemerintah Libatkan 300 Unit Usaha

23 September 2026 - 16:05 WIB

5 Tanaman Unik dan Aneh di Dunia

22 September 2026 - 22:02 WIB

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Trending on Kabar Dunia