Menu ✖

Dark Mode
Werstling Kabupaten Bogor Penuhi Target Emas Porprov XV Jabar 2026 Sembilan Emas Porprov XV Jabar 2026 Diraih Judo Kota Bogor All Eyes on Papua Menggema, Karhutla Bumi Cenderawasih Bikin Khawatir Bubble AI Pecah Sampai Amerika, Rp18.000 Triliun Menguap Semalam Ini Cara Lacak Lokasi Orang, Bisa Pakai WhatsApp-Google Maps Balas Dendam soal Kumis Superman, Henry Cavill Bikin Game Pakai AI

Kabar Dunia

2 Orang Indonesia Masuk Daftar Sosok Paling Dermawan se-Asia

badge-check


					2 Orang Indonesia Masuk Daftar Sosok Paling Dermawan se-Asia Perbesar

Dua pebisnis Indonesia masuk dalam deretan orang paling dermawan di Asia. Keduanya masuk dalam daftar 13th Heroes of Philantrophy yang baru dirilis media bisnis ternama, Forbes.

Mengutip laman Forbes, Rabu 4 Desember 2019, daftar “ 13th Heroes of Philanthropy”. diisi kalangan miliarder, pebisnis, dan selebritis di kawasan Asia Pasifik.

Miliarder India, Azim Premji, tercatat sebagai orang kaya yang paling dermawan. Dia mendonasikan saham Wipro senilai US$7,6 miliar (Rp107,19 triliun) untuk yayasan pendidikan. Yayasan ini bekerja sama dengan 200 ribu sekolah umum India untuk melatih para guru dan menyediakan kurikulum pendidikan yang lebih baik.

Total sumbangan yang diberikan Azim sepanjang hidupnya adalah US$21 miliar atau sekitar Rp296,21 triliun.

Selain itu, ada juga Jack Ma yang baru saja mendapatkan penghargaan Malcom S. Forbes Lifetime Achievement Award. Setelah mundur dari posisi ketua Alibaba, dia meluangkan waktu lebih banyak untuk kegiatan amal di bidang kesehatan, perawatan lansia, dan perlindungan hewan liar.

Dalam daftar ini, ada dua miliarder Indonesia, lho, yang masuk daftar “ pahlawan filantropi”. Siapa saja? Berikut ini adalah daftarnya.

  1. Theodore Rahmat

Pendiri Triputra Group ini tercatat mendonasikan dana senilai hampir US$5 juta (Rp70,52 miliar) melalui yayasan amalnya, A&A Rachmat Compassionate Service Foundation. Yayasan ini bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan panti asuhan.

Yayasan tersebut dirilis sejak 1999 sebagai dana beasiswa. Ada 21 ribu penerima sumbangan dan total kontribusi Rachmat mencapai US$12,5 juta (Rp176,31 miliar).

Untuk memastikan penerima bantuan tetap berada di sekolah dan belajar, yayasan ini juga menggelar program latihan tahunan untuk guru SD. Pada 2005, yayasan ini memperluas bidangnya menjadi perawatan kesehatan dengan membangun klinik di daerah pedalaman. Klinik ini mengenakan biaya kurang dari Rp14 ribu untuk sekali kunjungan.

  1. Belinda Tanoto dan Anderson Tanoto

Tanoto bersaudara ini memimpin yayasan keluarga yang bernama Tanoto Foundation. Pada 2019, yayasan ini menyumbang senilai US$16,7 juta (Rp233,55 miliar) atau naik 30 persen dari 2018. Sumbangan ini menyasar ke sektor pendidikan dari SD sampai perguruan tinggi. Sumbangan ini juga membantu menghambat stunting bagi anak-anak Indonesia.

Tercatat Belinda paling aktif di yayasan dan fokus kepada pengembangan anak-anak yang duduk di bangku SD.

Sekadar informasi, Tanoto Foundation telah melatih 15 ribu guru dan memberikan beasiswa di 7.500 universitas.

Sementara itu, Anderson memberikan seperlima waktunya untuk pelatihan program kepimpinan dan memberikan dukungan kepada tujuan pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh PBB.

Sumber : dream.co.id

Foto: Ilustrasi/Shutterstock

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ada Apa Peneliti Roket, Satelit, dan Drone Sedunia Kumpul di Yogyakarta?

4 October 2026 - 16:51 WIB

Padamkan Karhutla, Pemerintah Libatkan 300 Unit Usaha

23 September 2026 - 16:05 WIB

5 Tanaman Unik dan Aneh di Dunia

22 September 2026 - 22:02 WIB

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Trending on Kabar Dunia