Menu

Dark Mode
Asal Muasal Gelombang Raksasa Lebih dari 20 Meter Terungkap Mengenal Subduksi yang Dikaitkan dengan Gempa Megathrust Bongkahan Meteorit 2,8 Ton Diselundupkan dari Rusia, Kok Bisa? Perang Lawan Penipuan Digital, Tri Kini Bisa Blokir Scam WhatsApp Call Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

Kabar Dunia

Uang Koin Raksasa Ini Masih Digunakan, Percaya?  

badge-check


					Uang Koin Raksasa Ini Masih Digunakan, Percaya?    Perbesar

MASYARAKAT, termasuk masyarakat zaman dulu, menggunakan uang untuk transaksi jual beli. Jenis uang pun beragam: uang kertas dan uang koin.

Nah berbicara uang koin, ada kegiatan transaksi unik yang masih digunakan sampai era digital ini. Yakni transaksi yang dilakukan suku Yap di Pulau Yap, Mikronesia, di Pasifik Utara.

Dilansir dari Oddity Central, Minggu 13 Mei 2018, uang koin yang digunakan untuk transaksi beda dari uang receh yang biasanya terbuat dari logam. Uang Suku Yap ini terbuat dari batukapur yang berbentuk cakram.

Nggak tanggung-tanggung, uang ini gede banget. Ukuran diameter bisa mencapai 30 cm hingga 3,5 meter. Ukurannya ini bergantung kepada nilai uang dan yang nilainya tinggi adalah uang yang ukurannya paling besar.

“ Tidak jelas kapan itu terjadi. Tapi, tradisi lisan di sana mengatakan seorang navigator yang bepergian ke Palau menemukan cakram batu di sana,” kata profesor antropologi di Universitas Oregon, Amerika Serikat, Scott Fitzpatrick.

Fitzpatrick mengatakan, navigator itu meminta nelayan untuk membuat uang berbentuk ikan. Tapi, karena saat itu malam bulan purnama dibentuklah bulat. Agar bisa dibawa dengan kayu, batu ini dilubangi sehingga menyerupai cakram.

Dia berkata ukurannya yang fantastis tak hanya bertujuan sebagai pertanda nilai batu. Ukuran duit ini juga menjadi mencegah uang dibawa lari oleh orang lain.

Kerennya, kata Fitzpatrick, uang `koin` ini memiliki kedudukan yang setara dengan emas. Penduduk Yap zaman old menggunakan uang batu untuk transaksi penting, seperti mahar pernikahan dan barter untuk makanan—ini terjadi kalau sewaktu-waktu ladang keluarga bermasalah.

Lalu, mengapa orang-orang Yap sangat menghargai batu kapur? Profesor ekonomi di University of Southern Queensland, Australia, mengatakan batu kapur adalah barang yang diterima oleh orang-orang untuk alat transaksi yang sah.

Sebelum akhir perang dunia II, Suku Yap menjadi koloni Jepang pada periode 1915-1945. Kini, wilayah ini banyak dikunjungi turis-turis yang berasal dari Jepang dan Amerika. Imigran yang mendiami pulau ini disinyalir berasal dari Asia Selatan, Semenanjung Melayu, Kepulauan Indonesia, dan Papua Nugini.

****

Sumber : Oddity Central

Foto : Dream.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Elon Musk Jadi Manusia Pertama di Dunia dengan Kekayaan Rp 8.311 Triliun

5 October 2025 - 10:50 WIB

Orang-orang Abad ke-20 Santap Daging Gajah Mamut Jadi Steak

3 October 2025 - 11:15 WIB

Ilmuwan Prediksi Alam Semesta Bakal Mengalami Kiamat Kosmik

2 October 2025 - 11:16 WIB

Ledakan Kosmik Aneh Muncul di Luar Bima Sakti, Ilmuwan Kebingungan

29 September 2025 - 10:36 WIB

Berlian Aneh Asal Afrika Mengandung Unsur Kimia yang Mustahil

29 September 2025 - 10:33 WIB

Trending on Kabar Dunia