Menu ✖

Dark Mode
Pidato di PBB, Netanyahu Bawa Starlink Sambil Sindir Iran Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit Komdigi Dorong Transfer AI – Cloud dalam Investasi Microsoft di RI ‘Nostradamus’ China Ramal Tragedi Serupa 9/11 Terjadi Lagi Bumi Makin Panas, 12 Triliun Ton Es Meleleh dalam 47 Tahun NASA Pamer ‘Hantu’ 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto

Kabar Dunia

Vape Meledak, Rumah Terbakar dan Nyawa Pria Ini Melayang  

badge-check


					Vape Meledak, Rumah Terbakar dan Nyawa Pria Ini Melayang    Perbesar

SEORANG pria di Florida, Amerika Serikat ditemukan tewas akibat kebakaran yang melanda rumahnya pada Sabtu, 5 Mei 2018. Diduga kuat, sumber titik api berasal dari ledakan vape miliknya.

Dikutip dari laman Nbcnews.com, Selasa (8/5/2018), saat api tengah berkobar, tim pemadam kebakaran setempat menemukan Tallmadge D’Elia (38) dalam kondisi tak bernyawa.

Korban ditemukan di kamar tidur rumahnya yang terletak di 19 Avenue Northeast di St. Petersburg, Florida, Amerika Serikat.

“Dari analisa dan informasi yang kami kumpulkan di tempat kejadian, kami menduga sumber api berasal dari vape milik korban,” ujar Letnan Steven Lawrence.

Jasad D’Elia kini di bawa ke rumah sakit untuk proses otopsi. Pihak berwenang juga masih mempelajari vape yang dibeli oleh korban.

“Kemungkinan besar, baterai di dalam vape yang digunakan korban mengalami masalah sehingga menimbulkan ledakan,” ujar Steven.

“Korban mulai merokok sejak dirinya bekerja di sebuah stasiun televisi dan mulai menggunakan vape beberapa tahun lalu,” ujar ayah korban bernama Christopher.

Sang ayah mengatakan sering melihat D’Elia menggunakan vape, dan ia tak pernah berpikir alat tersebut berbahaya.

“Kini saya mulai tahu bahwa ada yang tidak benar dari benda tersebut. Ia adalah anak yang cerdas, ramah dan menyukai anak kecil,” tambah ayah D’Elia.

Bagi Anda pengguna vape, diminta untuk berhati-hati. Pasalnya, sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan menyebut, penggunaan vape dapat menimbukan penyakit yang dapat mengancam kesehatan.

Dikutip dari laman AsiaOne, sebuah studi yang diterbitkan di European Respiratory Journal menyebut, pengguna vape dapat menyebabkan pneumonia.

Pneumonia adalah infeksi yang terjadi pada paru-paru yang menyebabkan organ tersebut memiliki kantung udara yang berisikan cairan.

Temuan itu menekankan pada penggunaan rokok elektrik atau vape yang berisiko tinggi terhadap infeksi organ pernapasan.

“Jika Anda memilih untuk mengonsumsi rokok elektrik, maka ini mengindikasikan adanya kemungkinan kerentanan terhadap bakteri pneumokokus,” ujar Jonathan Grigg dari Queen Mary University of London.

Dalam penelitiannya, Grigg melakukan tiga jenis eksperimen. Pertama, manusia yang terpapar pada asap rokok elektrik. Kedua, tikus yang menghirup asap vape dan terkena pneumokokus — penyebab utama pneumonia.

Selanjutnya uji coba ketiga mempelajari lapisan hidung dari 11 pengguna rokok elektrik dan membandingkannya dengan enam orang yang tidak menggunakan vape.

Ternyata, tim peneliti melihat adanya peningkatan tajam jumlah bakteri yang menempel pada sel saluran napas setelah menggunakan vape.

“Beberapa orang mungkin berpikir jika vape itu aman. Namun, penelitian ini membuktikan bahwa menghirup asal vape berpotensi menimbulkan efek buruk pada kesehatan,” jelas Grigg.

****

Sumber : Nbcnews.com

Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Padamkan Karhutla, Pemerintah Libatkan 300 Unit Usaha

23 September 2026 - 16:05 WIB

5 Tanaman Unik dan Aneh di Dunia

22 September 2026 - 22:02 WIB

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Elon Musk Jadi Manusia Pertama di Dunia dengan Kekayaan Rp 8.311 Triliun

5 October 2025 - 10:50 WIB

Trending on Kabar Dunia