Menu

Dark Mode
Asal Muasal Gelombang Raksasa Lebih dari 20 Meter Terungkap Mengenal Subduksi yang Dikaitkan dengan Gempa Megathrust Bongkahan Meteorit 2,8 Ton Diselundupkan dari Rusia, Kok Bisa? Perang Lawan Penipuan Digital, Tri Kini Bisa Blokir Scam WhatsApp Call Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

Kabar Dunia

Bayar Rp 1,7 Miliar Bisa Lihat Bangkai Kapal Titanic, Tertarik?

badge-check


					Bayar Rp 1,7 Miliar Bisa Lihat Bangkai Kapal Titanic, Tertarik? Perbesar

HINGGA saat ini, tercatat lebih banyak orang yang telah menjelajah ke ruang angkasa, dibandingkan mengeksplorasi dasar samudra. Semisal, melihat bangkai Titanic di kedalaman 4.000 meter di Atlantik Utara.
Salah satu kendala utama sulitnya menuju situs bangkai Titanic adalah teknologi untuk menghadapi tekanan air yang sangat tinggi.
Dilansir dari National Post pada Minggu (1/4/2018), ekplorasi menggunakan robot tanpa awak yang dilakukan sejak 13 tahun lalu, menjadi satu-satunya teknologi yang diharapkan bisa menguak misteri bangkai Titanic.
Namun kini, impian untuk membawa manusia terjung langsung ke kedalaman ribuan meter tersebut bisa terwujud, berkat kehadiran jasa ekspedisi penyelaman khusus yang ditawarkan oleh OceanGate Inc., sebuah perusahaan penyelaman swasta yang berbasis di Kota Everett, negara bagian Washington, Amerika Serikat.
Harga yang ditawarkan untuk ekspedisi ini adalah US$ 130 ribu atau sekitar Rp 1,7 miliar, yang sebagian besar digunakan untuk dana penelitian lanjutan terhadap bangkai Titanic.
Setiap peserta akan dibawa dalam eskpedisi kapal penelitian selama tujuh hari. Setiap harinya, akan dilakukan satu kali penyelaman berdurasi enam hingga sembilan jam.
“Dari seluruh peserta yang telah mendaftar, kami memiliki beberapa orang yang merupakan pendaki gunung, dan beberapa orang lainnya pernah berkunjung ke Kutub Selatan,” kata Stockton Rush, pimpinan ekspedisi tersebut, seraya menyebut rentang usia yang mendaftar berada di antara 23 hingga 75.
“Cukup banyak dari peserta kami yang berusia 50-an dan 60-an,” lanjut Rush.
Para peserta tersebut berasal dari seluruh dunia, termasuk beberapa orang Amerika, Australia, Inggris, dan lainnya dari beberapa negara Asia.
Ada 18 tempat tersisa untuk ekspedisi serupa pada tahun 2019, dengan yang lainnya direncanakan pada tahun-tahun berikutnya.
Rush mengatakan pencitraan resolusi tinggi mutakhir, dan pemindai laser bawah air, akan membantu menciptakan model gambar tiga dimensi yang sangat rinci, untuk melacak peluruhan Titanic dengan lebih baik.
***
Sumber : National Post
Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Elon Musk Jadi Manusia Pertama di Dunia dengan Kekayaan Rp 8.311 Triliun

5 October 2025 - 10:50 WIB

Orang-orang Abad ke-20 Santap Daging Gajah Mamut Jadi Steak

3 October 2025 - 11:15 WIB

Ilmuwan Prediksi Alam Semesta Bakal Mengalami Kiamat Kosmik

2 October 2025 - 11:16 WIB

Ledakan Kosmik Aneh Muncul di Luar Bima Sakti, Ilmuwan Kebingungan

29 September 2025 - 10:36 WIB

Berlian Aneh Asal Afrika Mengandung Unsur Kimia yang Mustahil

29 September 2025 - 10:33 WIB

Trending on Kabar Dunia