Menu ✖

Dark Mode
World Cleanup Day 2026, Pemkot Bogor Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Gaya Hidup Jenal Mutaqin Pastikan CFD Bisa Dinikmati Semua Warga Kunjungan Pasien Sempat Meningkat, Pemkot Bogor Pastikan Layanan Kesehatan Berjalan Maksimal World Cleanup Day 2026, Pramuka Kota Bogor Pilah Sampah di CFD Hadir di CFD Kota Bogor, Pelayanan Paspor Diserbu Warga GEKRAFS JABAR Chlorine Digital Media, Al Wafa dan Rahayu Film Production Launching Poster Film Ra.Ha.Yu

Kabar Politik

Bima: Nomor 3 Filosofi Pemersatu

badge-check


					Bima: Nomor 3 Filosofi Pemersatu Perbesar

Sesuai surat nomor 21/PL.03.3-KPT/3271/KPU-KOTA/II/2018 tentang penetapan nomor urut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor secara resmi telah mengumumkan nomor urut pasangan calon walikota dan wakil walikota Bogor, Selasa (13/2/2018). Pasangan cawalkot Bima Arya-Dedie A Rachim mendapatkan nomor urut 3.

Bima Arya mengaku bersyukur mendapatkan nomor urut tiga tersebut dan akan langsung diperkenalkan dalam kampanye sehingga diingat warga Kota Bogor.

Menurut Bima Arya, angka berapapun sama baiknya, karena pada dasarnya Pilkada ini merupakan ajang adu gagasan. Menang atau kalah, kata dia, bukan tergantung pada nomor urut, melainkan kerja-kerja tim di lapangan dalam mengawal pemenangan kandidat.

“Nomor apa saja saya anggap baik. Kalau ditanya filosofinya pasti setiap nomor masing-masing memiliki makna tersendiri. Termasuk angka tiga juga memiliki filosofi yang sangat positif,” ungkap Bima di sela penetapan nomor urut paslon di Ballroom SKI Tajur, Katulampa, Bogor Timur, Selasa (13/2/2018).

Lebih lanjut Bima menjelaskan, angka tiga memiliki filosofi sebagai simbol pemersatu. “Dalam Pancasila, sila ketiga adalah Persatuan Indonesia yang memiliki maksud mengutamakan persatuan atau kerukunan bagi seluruh warga yang mempunyai perbedaan agama, suku, bahasa, dan budaya. Sehingga tetap satu atau disebut dengan Bhineka Tunggal Ika,” beber Bima.

Selain itu, angka tiga juga memiliki filosofi sebagi angka tengah. “Bisa juga dimaknai sebagai penengah, perekat sebagai simbol persahabatan. Pilkada ini bukan sekedar mencari lawan atau musuh-musuhan karena pada dasarnya mimpi kita sama untuk membangun Kota Bogor,” jelasnya.

Paslon lain yang mendapaykan nomor urut satu adalah Ahmad Ruyat-Zainul Mutaqin (PKS, PPP, Gerindra), nomor urur dua Edgar Suratman-Syefwelly Gianyar Djoyodiningrat (perseorangan) Bima Arya-Dedie A Rachim (PAN, Golkar, Demokrat, Nasdem, Hanura) nomor urut 3, dan Dadang Danubrata-Sugeng Teguh Santoso (PDIP, PKB) di nomor urut ke-4.

Ketua KPUD Kota Bogor, Undang Suryatna menutur, nama calon yang ditetapkan nantinya akan ditulis tidak berdasarkan nama dalam KTP Elektronik. Hal tersebut, kata Undang, sudah berdasarkan kesepakatan dengan para calon dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan telah ditetapkannya pasangan dan pengambilan nomor urut calon ini, pihaknya menghimbau kepada seluruh pasangan dan tim pemenangan untuk menjaga perdamaian dan kondusifitas selama masa kampanye pendatang.

“Kami ucapkan banyak terima kasih semua unsur yang mendukung berjalannya kegiatan ini. Mari kita berikan edukasi kepada masyarakat dalam berkampanye dan kita selalu menjaga Kota Bogor agar aman dan kondusif,” kata Undang.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sempat Terancam Nonaktif, Ratusan Ribuan BPJS Warga Kota Bogor Akhirnya Terselamatkan.

30 September 2026 - 10:09 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Lepas Delegasi PSM Agria Suara IPB ke Busan

26 September 2026 - 14:53 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu

16 September 2026 - 12:13 WIB

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat

13 September 2026 - 19:15 WIB

Trending on Kabar Politik