Menu ✖

Dark Mode
Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

Kabar Dunia

SEREM!! Karena Ceroboh, Wajah Gadis Ini Digerogoti Bakteri

badge-check


					SEREM!! Karena Ceroboh, Wajah Gadis Ini Digerogoti Bakteri Perbesar

WAJAH gadis remaja ini hancur setelah kunjungan ke dokter gigi berubah jadi mimpi buruk. Suth Ret (18) menderita infeksi yang disebabkan bakteri pemakan daging menggerogoti sebagian besar wajahnya.
Awalnya, Suth mengikuti prosedur kecil untuk mengobati giginya yang rusak. Namun ternyata akibat prosedur tersebut, bakteri Nekrosis Fascitis yang awalnya berada di tenggorokan pindah ke aliran darah sebelum menyerang wajahnya.
Bakteri itu menggerogoti kulit dan daging wajah Suth, meninggalkan luka mengerikan. Remaja itu tidak mampu makan dan berat badannya turun drastis hanya dalam beberapa hari.
Suth akhirnya dilarikan ke rumah sakit setelah seorang ekspatriat yang hidup di desa yang sama melihat foto-fotonya secara online. Yulia Khouri dari Kanada langsung tahu Suth butuh bantuan segera.
“Setelah saya melihat dia, tak ada lagi yang bisa saya lakukan untuk membantunya. Ia sendiri tak tahu sejauh mana kerusakan wajahnya,” ujar Yulia.
Dilansir dari Mirror, Kamis (9/3/2017), beberapa ahli bedah rekonstruksi wajah Kamboja berusaha membantu memperbaiki wajah Suth. Tak hanya itu, tim ahli dari Jerman serta seorang ahli bedah Malaysia pun mulai merencanakan pengobatan untuk remaja itu.
Suth dikabarkan dalam kondisi stabil, tapi penduduk setempat kini mengumpulkan uang untuk membantu pemulihan yang panjang.
Necrotising fascitis dapat mulai dari luka ringan dan berkembang dengan cepat dalam setiap bagian tubuh. Gejalanya termasuk pembengkakan di daerah yang terinfeksi, diare, muntah, dan bercak gelap yang berubah menjadi luka melepuh.
Meski banyak yang bertahan dari penyakit kejam ini, sekitar dua dari lima penderita meninggal akibat penyakit ini. Sementara mereka yang selamat biasanya hidup dengan kecacatan permanen.
***
Sumber : Liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ada Apa Peneliti Roket, Satelit, dan Drone Sedunia Kumpul di Yogyakarta?

4 October 2026 - 16:51 WIB

Padamkan Karhutla, Pemerintah Libatkan 300 Unit Usaha

23 September 2026 - 16:05 WIB

5 Tanaman Unik dan Aneh di Dunia

22 September 2026 - 22:02 WIB

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Trending on Kabar Dunia