Waduh, Pasar di Kota Bogor Tak Dilengkapi Hidrant

image

Andri Latif

Sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor rawan kebakaran. Selain karena instalasi listrik yang kurang baik, sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran di sejumlah pasar di Kota Bogor belum ada. Dengan demikian, jika ada titik api di dalam pasar, akan sulit dijinakkan dan dimungkinkan menimbulkan kerugian yang besar.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya Andri Latif, Selasa (29/9/2015) mengatakan kebakaran pasar yang terjadi di Sukabumi serta kebakaran ruko di sekitar Pasar Merdeka membuat pihaknya waspada. Apalagi, hampir seluruh pasar tradisional di Kota Bogor rawan kebakaran. Akses jalan masuk ke dalam pasar juga sebagian besar terhalangi oleh pedagang kaki lima.

“Sosialisasi sudah dilakukan supaya pedagang tidak menggunakan kabel bertumpuk di satu titik dan tidak menggunakan kabel serabut. Tapi, kan, tidak semudah itu,” ujar Andri. Selain itu, petugas K3 juga terus diterjunkan untuk mengecek kondisi instalasi listrik serta keamanan pasar lainnya.

Niat Pemkot Bogor untuk memasukkan para PKL ke dalam pasar, lanjut Andri juga salah satunya untuk memberikan akses masuk pasar yang baik. Dengan demikian, saat terjadi kebakaran, armada pemadam kebakaran bisa masuk ke dalam pasar.

PD Pasar Pakuan Jaya, lanjut Andri juga sudah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor untuk menggelar pelatihan penanggulangan kebakaran di sejuah pasar. Disebutkan Andri, beberapa pasar sebenarnya sudah dilengkapi dengan smart alarm dan hidran. Hanya saja, banyak yang tidak berfungsi karena sudah tua.

“Misalnya yang di Pasar Bogor dan Jambu Dua itu smart alarmnya sudah tidak berfungsi,” kata Andri. Kepala BPBD Kota Bogor, Ganjar Gunawan juga mengatakan sebagian besar pasar di Kota Bogor tidak memiliki kelengkapan sarana yang memadai untuk penanggulangan kebakaran. Ditambah dengan pemasangan instalasi listrik yang semrawut membuat pasar rawan kebakaran.
Apalagi, akses masuk ke dalam pasar seringkali terhalang oleh PKL. “Sampai sekarang seluruh bangunan pasar yang ada di Kota Bogor tidak punya alat pemadam api yang memadai,” kata Ganjar. Data yang diterimanya menyebutkan ada 17 bangunan pasar yang ada di Kota Bogor.

Beberapa sudah direvitalisasi. Namun, hanya 8 pasar tradisional yang dilengkapi peralatan pemadaman memadai. Bahkan, beberapa pasar yang baru direvitalisasi pun tidak menjamin dilengkapi alat pemadam api yang memadai. Untuk itu, dia meminta agar PD Pasar segera mendata dan melengkapi fasilitas agar ketika terjadi kebakaran tidak menimbulkan kerugian yang besar. (Deni)

print

You may also like...