Rudi Harsa: ZM-Dadang Diprediksi Menang

Satu pekan jelang pendaftaran pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor 2018 di KPU Kota Bogor, belum ada satupun pasangan calon walikota/wakil walikota dari partai yang dipastikan maju berpasangan. Padahal hampir di setiap sudut Kota Bogor, terpampang reklame calon walikota/wakil walikota.

dadang-zmNamun akhirnya kebuntuan tersebut pecah, setelah digelarnya pertemuan antara DPC PDIP Kota Bogor serta DPC PPP Kota Bogor di sekretariat DPC PDIP, akhir pekan kemarin.

Menurut Ketua DPC PDIP Kota Bogor Dadang Danubrata, jika pertemuan ini seperti sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Jika koalisi PDIP-PPP ini terjadi, maka akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa.

“Untuk calon. Akan dilaporkan dulu ke pusat dan provinsi karena ada mekanismenya. Namun, saya mewakili DPC menyatakan ingin berkoalisi dengan PPP. Sosok ZM sangat mengakar serta memiliki basis massa yang sangat real, sehingga menambah keyakinan partai jika akhirnya melakukan koalisi dengan PPP,” kata Dadang.

Pertemuan ini lanjut Dadang, direalisasikan sesuai pesan Ketua DPD PDIP Jabar termasuk Bapilu Aang Suganda agar menggaet PPP di pilwalkot mendatang.

“DPP tampaknya tidak masalah dengan koalisi ini dan menunggu laporan dari DPC sekitar tanggal 26 Desember mendatang. Bahkan Pak Presiden juga (Jokowi, red), dalam rakornas yang lalu menyatakan akan membantu pasangan yang akan didorong  PDIP, dimana teknisnya hanya beliau yang tahu akan melakukan apa,” katanya.

Sementara itu menurut tokoh PDIP Rudi Harsa Tanaya, koalisi perpaduan nasionalis religius ini sangat memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Dua partai berkoalisi saja sudah bisa menjadi kontestan pilwalkot, apalagi ditambah dengan partai lainnya.

“Fenomena di Kota Bogor ini sangat aneh. Kenapa semua berharap jadi wakilnya incumbent. Memangnya siapa dia?. Kita ini orang politik, jangan pernah berpikiran seperti itu. Kita harus berani dan tentunya sudah melalui perhitungan yang sangat matang. Dan saya yakin pasangan ZM-Dadang bisa memenanngkan pilkada di Kota Bogor,” tegasnya.

Hal senada dituturkan Sekreataris DPC PDIP Kota Bogor Atty Soemadikarya, menurutnya di daerah lain biasanya  PDIP jadi orang nomor satu. Khusus di Kota Bogor, pihaknya siap menjadi nomor dua dimana kursi nomor satu diberikan secara spesial kepada kader PPP (ZM, red).

“Mesin partai kita ini sangat sering dirawat sehingga menjadi kekuatan luar biasa. Siapapun lawannya, Insya Allah bisa kita tumbangkan,” kata Aty.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC PPP Kota Bogor Zaenul Mutaqin yang juga calon walikota mengaku, kedua partai ini memiliki rentetan sejarah di dunia perpolitikan serta pilkada.

“Koalisi ini bukan hal yang baru. Contoh di beberapa daerah seperti Kabupatem Bandung dan Kuningan untul 2018 ini, Merah serta Hijau menjalin koalisi. Kita dicetak untuk menjadi petarung dengan segala keterbatasannya. Karena itu, PPP sudah sangat siap menghadapi pilwalkot ini,” tegasnya.

Undangan dari PDIP untuk menjalin koalisi, lanjutnya, sangat berharga dan diapresiasi oleh PPP. “Kita sudah selangkah lebih maju dengan pertemuan ini. Langkah selanjutnya adalah bergerak cepat memproses hasil pertemuan ini dan menghadap ke DPW serta DPP untuk meminta rekomendasi koalisi dan dilaksanakan deklarasi,” tandasnya.

reporterpratama

print

You may also like...