Pemkot Usulkan Perda Pengelolaan Lahan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya mewujudkan program nasional swasembada pangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyerahkan bantuan berupa pupuk dan bantuan sebesar Rp 40 Juta Rupiah kepada kelompok tani oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, kepada Kelompok Tani Fajar Gumbira Kelurahan Margajaya Bogor dalam kegiatan Panen Raya Padi di Kelurahan Margajaya, Bogor Barat, Selasa (29/9/2015) .

Pemkot Bogor juga memberikan bibit dan sertifikasi organik inavis kepada para petani. Sebelumnya juga sudah dilakukan upaya pemberian penyuluhan dan edukasi bagi para kelompok tani untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Sudah banyak upaya yang telah kami lakukan untuk mendukung program swasembada ketahanan pangan.  Selama ini, seluas 40 hektar lahan pertanian yang masih terjaga dengan baik, selain itu seluas 60 hektar perbaikan irigasi telah diperbaiki, kami juga memberikan bibit dan sertifikasi organik inavis bagi para petani serta upaya lain untuk meningkatkan hasil  pertanian,” ujar Sekretaris Dinas Pertanian Kota Bogor Lusi Angelia.

Panen raya secara resmi dibuka Ade Sarip Hidayat. Dalam sambutannya, Ade mengatakan bahwa Kota Bogor telah melakukan kesepakatan bersama dengan KOmando Distrik Militer 0606 Kota Bogor untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian.

“Ke depannya harus ada Perda yang mengatur dalam pengelolaan lahan agar tidak ada lagi  pengalihan lahan pertanian oleh para  pengembang. Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan swasembada pangan bagi Kota Bogor. Ke depannya kita akan inventarisir dan membeli lahan-lahan yang ada agar dapat dimiliki Pemerintah Kota Bogor sebagai aset sehingga para petani dapat dapat mengolah dan menanam di lahan demi kepentingan warga Kota Bogor tanpa harus menyicil maupun membayar lahan,” jelas Ade.

Ade juga berharap agar para petani mendapat banyak edukasi dan bimbingan teknis agar lebih terampil dalam mengolah dan mengelola lahan. “Ditambah dengan bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi agar kita mengetahui hal-hal yang telah dan dapat ditingkatkan,” harap Ade.

Dalam kesempatan yang sama Danrem 061, Kol. Inf. Fulad menyampaikan bahwa kebutuhan beras wilayah Jabodetabek dalam satu hari tidak kurang dari 3000 ton. Sementara cadangan beras nasional hanya 2 juta ton yg digunakan apabila ada kejadian luar biasa.

“Kota Bogor sendiri, saat ini baru bisa mencukupi kebutuhan berasnya  30%. Artinya kebutuhan kebutuhan beras Kota Bogor dipasok dari luar. Untuk itu dengan swasembada pangan  minimal  Kota Bogor mampu memenuhi setengahnya dari seluruh  kebutuhan beras warga Kota Bogor. Untuk itu TNI AD akan membantu semaksimal mungkin pertanian di Kota Bogor,” janji Kol.Inf Fulad.

Sementara itu Dirjen Sarana Prasarana Kementeran Pertanian Republik Indonesia Suprapti mensyukuri adanya kegiatan panen raya padi di tengah musim kemarau. “Di tengah kondisi kemarau kita patut bersyukur, karena kita masih dapat melakukan panen. Harapan kami mendapat dukungan pemerintah Kota Bogor dan TNI AD tujuan program swasembada ketahanan pangan dapat terrcapai,” ujar Suprapti.

Lanjutnya, meski laju konversi lahan di Kota Bogor dapat dikatakan cukup meningkat, namun Pemerintah Kota Bogor  dapat meningkatkan produksi pertaniannya sesuai potensi dan lahan yang ada dengan pemanfaatan teknologi menuju swasembada pangan nasional. | ikbal |*

print

You may also like...